Cinta Mati Ninda Felina Pada Musik Elektronik

Memulai karirnya sebagai model, Ninda Felina memilih disc jockey (DJ) sebagai profesi tetapnya. Miss Indonesia 2007 perwakilan Bengkulu ini menemukan musik elektronik sebagai penghilang rasa bosannya di dunia modelling. Bagian menarik lainnya, Ninda juga menaruh kepeduliannya dengan alam dengan mengabdikan hidupnya di organisasi lingkungan kenamaan, Greenpeace.

Dari tahun 2000, Miss Indonesia 2007 perwakilan Bengkulu ini sudah menyukai lagu-lagu yang berbeda. Ninda remaja banyak mendengarkan lagu-lagunya New Order dan Pet Shop Boys. Sebelumnya dia tidak mengerti itu jenis musik apa. Kemudian dia mencari tahu dan bertanya kepada teman-teman yang mengerti jenis musik seperti itu, dan sudah terlebih dahulu menekuni profesi sebagai disc jockey. Kemudian teman-temannya tersebut menjelaskan secara lebih mendalam mengenai genre musik dari kedua grup di atas, beserta keturunannya, dan juga memperdengarkan karya grup-grup new wave sejenis.

Sebelum Ninda memutuskan untuk menjadi seorang DJ, dia sempat menjadi model. Namun hal tersebut cukup mengusik kesabarannya, dan membuat dia lekas bosan. Selain itu, sedari kecil Ninda sudah menyukai segala sesuatu hal yang baru. Dan menjadi seorang model itu merupakan hal yang membosankan bagi Ninda.

Kemudian ketika kakaknya mengajak dia clubbing, (kala itu Ninda masih menjadi pengunjung) perempuan berparas cantik ini langsung merasa ada kedekatan dengan jenis musik elektronik. Kala Ninda masih menjadi pengunjung, dia kerap kali mengunjungi club seperti Retro, Embassy, Centro, Public, juga Wonder Bar.

Hingga suatu waktu, saat Ninda bermain ke rumah temannya yang kebetulan memiliki turntable dan CDJ, dia diminta untuk menguasai turntable terlebih dahulu sebelum mempelajari CDJ. Pada saat itu pula dia merasa bahwa menjadi seorang DJ itu adalah sesuatu hal yang sangat menarik sekaligus seru. Ninda berpikir bahwa menjadi seorang DJ itu sangatlah hebat. Dia mampu menggerakan ratusan crowd untuk menggerakan kaki dan kepala dalam jangka waktu yang lama di dalam sebuah club, melalui racikan lagu-lagu yang diperdengarkan olehnya.

“Awal belajar disc jockey gue pakai turntable, lama-lama kok seru ya. Gue tuh ngeliat energi seorang DJ ketika gue clubbing dulu pas masih jadi party people yang ada di dance floor. Kaya gue ngeliat DJ tuh hebat banget ya bisa ngegerakin ratusan orang kayak dia punya sesuatu nih. Dari situ gue berniat mendalami lagi untuk menjadi seorang DJ,” Tutur Ninda menceritakan awal ketertarikannya pada dunia disc jockey.

Kemudian Ninda akhirnya memilih untuk memperdalam profesi DJ, di mana dia juga semakin melatih kemampuan bermain CDJ-nya secara serius. Lalu seorang teman mengajaknya untuk bergabung bersama Ai Tumbuan (seorang DJ lawas) yang melatih dan mengasah kemampuan Ninda pada awal karirnya sebagai DJ.

Sebagai seorang DJ, Ninda memiliki genre tersendiri yang menjadi andalannya. Bagi sebagian komunitas, musik yang dibawakan Ninda masuk dalam kategori flat. Dimana aliran musik ini memiliki basis penggemar tersendiri. Genre ini pun membuat Ninda memiliki penonton setia yang sering menyaksikan penampilannya.

“Kebetulan kan musik yang gue bawain segmented, jadi yang dateng familiar face. Mostly, itu-itu lagi yang datang,” Ucap Ninda menjelaskan crowd yang menyaksikan penampilannya.

Membangun karir sebagai Model dan DJ, Ninda Felina juga tergabung ke dalam organisasi pemerhati lingkungan kenamaan yakni Greenpeace. Keinginan untuk meningkatkan kualitas diri dan menyatu dengan alam menjadi alasan Ninda untuk bergabung ke Organisasi yang berpusat di Amsterdam ini.

“Ketika gue menginjak usia 25 tahun, gue ingin melakukan sesuatu yang lebih bermakna dari sebelumnya. Merubah pola pikir, lifestyle gue untuk menyatu dengan alam biar hidup gue lebih balance. Akhirnya gue mutusin untuk bergabung di Greenpeace,” Ujar Ninda.

Banyak kegiatan Greenpeace yang Ninda ikuti, salah satu yang berkesan untuknya adalah terlibat dalam pembuatan film dokumenter bertajuk “Silent Heroes”. Film ini mengisahkan Opung Putra, seorang tokoh masyarakat yang memperjuangkan kelestarian Hutan Kemenyan di desa adat Pandumaan Sipituhuta, Sumatera Utara.

Saat menjadi host dalam film dokumenter garapan Greenpeace ini, Ninda menyelami kisah Opung Putra menyelamatkan hutan kemenyan yang hampir punah karena perusahaan yang tidak bertanggung jawab. Namun sayang, upaya yang dilakukan Opung Putra kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Film tersebut akhirnya mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan.

“Opung Putra berjuang mati-matian untuk kelestarian Hutan Kemenyan. Hutan ini jadi sumber mata pencaharian terbesar desa tersebut tuh hampir punah karena pengadaan perusahaan yang tidak bertanggung jawab. Yang bikin kita terharu, Beliau pernah dipenjara karena memperjuangkan hak-haknya. Inilah yang bikin kita (Greenpeace) tergerak untuk mengangkat kisah Beliau ke dalam film dokumenter,” Tutur Ninda menceritakan sosok Opung Putra.

Keseimbangan dalam hidup menjadi hal penting yang semestinya dicapai, dan Ninda Felina membuktikan bahwa hal ini tidak lagi menjadi keniscayaan.

Video wawancara dengan Ninda Felina.

Tulisan: Farhandhika Alamsyah & Nicko Krisna
Wawancara: Nicko Krisna
Foto: Tri Pardianto