Alasan Mengapa Bill Gates selalu Terdepan di Segala Hal

Bill Gates mungkin menjadi salah satu tokoh yang sangat pantas untuk dijadikan panutan. Tak perlu banyak aksi, dirinya mampu membuktikan kapasitas dirinya sebagai salah satu orang tersukses di muka bumi. Mulai dari kecerdasannya dalam membuat inovasi teknologi bersama Microsoft, hingga pemikiran-pemikiran berkelasnya patut untuk dijadikan inspirasi bagi pengembangan diri setiap insan.

Menjelma sebagai salah satu tokoh yang terkenal melalui perangkat lunak Microsoft, nyatanya Bill Gates mengawali kiprahnya dengan berhenti kuliah di Universitas Harvard. Bersama teman masa kecilnya Paul Allen, Gates mengembangkan Microsoft mulai dari tahun 1975.  Melejitnya Microsoft di bidang teknologi mengantarkan Gates sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai 90 miliar dolar Amerika.

Pemikiran jenius memang telah melekat di Bill Gates. Dirinya menjadi pionir dalam mencetuskan ide “sebuah komputer di setiap desktop dan di setiap rumah”. Awalnya ide tersebut terlihat mustahil bagi kebanyakan orang. Namun dengan ide dari Bill Gates itu, miliaran manusia di muka bumi telah dimudahkan dalam bekerja. Tak terbayangkan bila sistem operasi Microsoft tak pernah tercipta.

Pemikiran brilian Bill Gates lainnya saat memberikan prediksi terkait hadirnya pandemi mematikan di masa depan. Gates berujar bahwa serangan penyakit akan lebih mematikan daripada perang nuklir yang sedang terjadi sekarang. Pemikiran ini telah disampaikan jauh sebelum virus corona mewabah di seluruh dunia. Pada 2015 silam, Bill Gates membeberkan pemikirannya itu dalam acara TED Talks.

“Jika ada yang mampu membunuh lebih dari 10 juta orang dalam beberapa dekade ke depan, kemungkinan besar ia adalah virus yang sangat menular daripada sebuah perang,” ujar Bill Gates dalam presentasinya di acara TED Talks.

Pemikiran ini disampaikan Bill Gates menyusul merebaknya wabah Ebola pada 2014 lalu. Dirinya berujar bahwa dunia hanya sekadar beruntung bisa melewati wabah yang berpusat di Afrika itu. Jika virus Ebola dapat menular dari orang yang tidak memiliki gejala dan tinggal di kota-kota besar, maka hasilnya akan lebih buruk dari apa yang terjadi sebelumnya.

Sayangnya, pemikiran Bill Gates yang satu ini tak dihiraukan dunia. Apa yang terjadi saat ini benar-benar persis seperti apa yang diungkapkan oleh pendiri Microsoft tersebut.. Mayoritas negara di dunia sedang berjibaku melawan pandemi virus corona. Wabah ini juga memiliki tingkat penyebaran yang sangat besar dan melumpuhkan berbagai aktivitas di muka bumi.

Bill Gates tak hanya diberkahi oleh ide dan pemikirannya yang Jenius. Pria berusia 64 tahun itu juga berusaha menyeimbangkan hidupnya dengan terjun di dunia filantropi. Bersama istrinya Melinda Gates, Ia membangun sebuah yayasan amal bernama Bill and Bill pada tahun 2000. Berkat yayasan ini Bill Gates telah membantu lebih dari 20.000 orang untuk melanjutkan kuliah.

Hampir 20 tahun menjalankan kegiatan amal tersebut, Bill Gates bersama Istrinya tetap konsisten membantu orang-orang yang membutuhkan. Sikap dermawan Bill Gates sempat mendapat apresiasi melalui penghargaan Order of the Aztec Eagle atas aktivitas filantropinya di seluruh dunia pada tahun 2006. Maka tak heran dengan semua yang dilakukannya Bill Gates pantas dianggap sebagai sosok yang penuh dengan inspirasi. Kejeniusan dan kedermawanannya bisa menjadi nilai positif yang bisa diadaptasi setiap insan.