Aryananda Suratman : Sosok Santai Anti Takabur Yang Konsisten Dengan Jalur Bawah Tanah

Pria unik ini akrab disapa Memen. Dikenal ramah, telaten, dan pintar menggambar. Sebelumnya dia akrab dengan jalur media, di mana almarhum majalah JUICE serta Area sempat dicumbunya melalui pekerjaan designer. Kini dia berkelana mengembara sebagai seorang pekerja lepas, juga disjoki bawah tanah yang lentur. Tidak hanya berkutat di seputar punk rock atau new wave, gelombang lagu-lagu kasih sayang pun dia benahi.

Vantage berbincang dengan sosok santai anti takabur tersebut dalam nuansa yang menyenangkan. Dia aktif menjawab dan gemar tersenyum. Memen juga sempat menjelaskan kedua proyek keseniannya: Suratman dan ACIDBEX.

Ok, langsung. Suratman ini seperti proyek ejakulasi ya?
Suratman itu proyek ejakulasi, kalo ACIDBEX ibarat threesome.

Terus Suratman kayaknya banyak bermain di wilayah absurd 80-an. Bener gak? Revisi dong kalo salah
Suratman ya sebenernya main apa aja, karena emang dengerin dan digging synthpop, post-punk dan new wave, macem Ultravox juga Yellow Magic Orchestra plus Japan. Jadi ogut kalo main suka nyelipin estetis 80-an. Hehe.

Kalau ACIDBEX gimana?
Kalau ACIDBEX lebih ke arah Techno Industrial, Electronic Body Music (EBM). lebih ke kegelapan, lah. Soalnya waktu rumah ogut mau digusur, tiap hari denger suara traktor, jadi ya terpengaruh lingkungan.

Mengenai karya, sudah punya lagu sendiri belum masing-masing dari Suratman maupun ACIDBEX?
Suratman ada edit-edit dari Depeche Mode, tapi ogut sebar-sebarin di Soulseek. Kalau ACIDBEX udah ada dua track, judulnya Body Mystic, bisa dicari di iTunes sama Spotify. Video-nya juga ada di YouTube. Kalau yang satunya lagi, judulnya Doom, bisa dibeli di Bandcamp.

Sejauh ini ada unsur pengalaman personal yang negatif ngga, ke dalam pemuatan karya-karya Suratman maupun Acidbex?
Sejauh ini belum ada sih.

Bagaimana dengan proses kreatifnya? Ada keterlibatan substansi, atau polos-polos aja?
Waktu pembuatan Body Mystic ogut lupa sih ngapain aja, tiba-tiba jadi. Hahaha. Seringnya kayak gitu. Pernah juga setahun lupa ngapain aja.

Sejauh ini penyebaran karyanya melalui media apa saja?
Nyebarin sendiri aja lewat Facebook, Instagram. Pernah juga lewat Frekuensi Antara.

Sekarang aktif main di club mana aja?
Kadang di Slits, Hotel Monopoli, Zodiac, Ding Dong Disko. Sama sekarang lagi nyoba juga profesi lain, yaitu visual jockey. Doain aja ogut sukses di bidang ini.

Secara penghasilan, mencukupi gak profesi ini?
Ngga, soalnya ogut DJ underground aja. Jadi ya ngantor juga deh. Hehehe.

Terus untuk tetap melatih supaya karyanya tetap bisa up to date, gimana tuh?
Dengerin terus lagu apa aja. Lagu jelek, lagu bagus, lagu baru, pokoknya semua didengerin. Hehe.

Ada ngga fenomena zaman sekarang yang tidak kehatian di perasaan Memen?
Banyak anak-anak zaman sekarang sukanya instan-instan aja, gitu. Nggga mengikuti proses, lalu pengen cepet terkenal & diakui, dan sebagainya. Hvft.

Terus bagaimana mengatur waktu kehidupan sebagai seorang disjoki serta sebagai seorang warga DKI?
Susah sih. Apalagi ngantor. Udah capek ngantor duluan. Apalagi kalau pulang ngantor langsung nge-dj, suka capek banget ini badan.

Terus sukanya sama musik zaman sekarang apa saja?
Kadang ya ogut dengerin hip-hop macem Tyler The Creator atau Childish Gambino. Solois cewek macem Aurora gitu ogut juga suka. Tapi kalo Emo Hip Hop atau Mumble Rap gitu, ogut ngga suka.

Menurut Memen, apa perbedaan signifikan antara musik dulu dan sekarang?
Zaman sekarang ngga ada yang spektakuler kayak waktu dulu.

Terakhir, Senopati dalam satu kalimat
Mantap! Dulu kan cuma ada lapangan Blok S, tempat makan Bakso Kumis sama nasi goreng yang hits. Hehe.