Akulturasi Dua Arus Kehidupan A la Ade Putri, Sang Co-Founder Beergembira

Hidup sehat dan party bagaikan langit dan bumi. Bisa dipastikan orang yang hidupnya sehat jauh dari party, atau sebaliknya. Namun hal ini tidak berlaku bagi Ade Putri Paramadita, Food Storyteller dan Co-Founder dari Beergembira. Dirinya dengan mudah menggabungkan dua kehidupan tersebut. Jika malam sebelumnya Ade party hingga larut malam, dan menghabiskan jumlah minuman yang sama dengan teman-temannya, keesokan harinya perempuan berwajah ayu ini tetap bisa bangun pagi untuk berolahraga dan melakukan aktivitas lainnya.

Wanita kelahiran 1979 ini memang memiliki kesenangan sendiri terhadap makanan. Memulai karirnya di Female Radio, Ade mulai membagikan konten tentang makanan saat siaran. Kemudian dia pindah ke Trax Magazine, sebuah majalah musik yang kini telah almarhum. Di print magazine tersebut, Ade tetap konsisten menulis tentang makanan. Buat dirinya, makanan menjadi passion yang mendarah daging.

“”Buat gue sendiri makanan adalah passion gue, sementara musik adalah pekerjaan gue,” kata Ade Putri saat ditemui di Kolo (Kopi Lokal) bilangan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Berkenaan dengan pekerjaan food storyteller yang ia geluti, Ade Putri memiliki banyak kesempatan untuk mencicipi beragam makanan. Tidak sekedar mencecap, ia juga dituntut untuk menceritakan seluk beluk makanan yang dicecap. Mulai dari rasa, tekstur, hingga asal usul maupun tradisi dari makanan tersebut.

Ade juga melakukan movement untuk memperkenalkan masakan Indonesia. Berpergian dari satu kota ke kota lainnya demi menggali kekayaan ragam masakan Indonesia. Sudah banyak pelosok nusantara yang Ade sambangi demi memenuhi kecintaan dia terhadap masakan negeri sendiri.

Salah satu daerah yang pernah Ade kunjungi adalah kota Kendari di Sulawesi Tenggara. Disana Ia ditugaskan oleh FAO (Organisasi Pangan Dunia di bawah PBB) untuk membantu petani sagu dalam membuat dan mengembangkan produk pangan.

“Gue kan tergabung di kegiatan “Aku Cinta Makanan Indonesia” , inisiasi yang kita ingin itu mendokumentasikan, menyebarluaskan, mempromosikan masakan Indonesia, baik ke dalam maupun luar negeri,” ungkap Ade.

Ade juga sangat concern dengan khasanah makanan Indonesia. Dia mengungkapkan bahwa penting sekali untuk melestarikan resep khas Indonesia, apalagi saat ini sudah banyak makanan barat yang mendominasi.

“Lo tahu kan biasanya Nenek ajarin Ibu kita masak (makanan Indonesia), terus Ibu ngajarin kita, tapi belum tentu kitanya masak. Jadi ini menurut gue lama-lama akan berpotensi punah kalo nggak kita jaga,” tegas Ade.

Selain aktif dalam dunia makanan, Ade Putri juga menjadi co-founder dari media dan komunitas bernama “Beergembira”. Ade bercerita bahwa Ide pembuatan media ini berangkat dari kesukaannya mengonsumsi bir. Bersama kedua temannya. Indra 7 dan Adita Bramantyo, di tahun 2015 Ade membentuk Beergembira. Tak disangka, Beergembira berkembang menjadi komunitas yang memiliki basis pengikut militan.

“Awalnya gue bikin Beergembira tuh sebagai media. Tapi seiring berjalannya waktu, para pembaca (Beergembira) ngerasa kalo inilah media yang menyuarakan kesenangan mereka,” ucap Ade.

Sebagai media yang kuat di komunitas, Beergembira sering kali mengadakan acara yang mengangkat bir sebagai topik utamanya. Hal tersebut tentu saja selaras dengan misi Ade untuk mengedukasi masyarakat tentang fakta bir yang tidak diketahui oleh orang banyak.

“Kami (Beergembira) bukan ingin mengajari teman-teman untuk mabuk, tetapi kami ingin berbagi fakta mengenai bir,” tutur Ade.

Acara yang diadakan Beergembira cukup beragam. Mulai dari workshop, beer testing, dan lain-lain. Ade pun bercerita bahwa timnya cukup mudah mendapatkan sponsor. Produsen bir menjadi pihak yang sering mendukung acara Beergembira, karena lewat acara yang diselenggarakan, mereka dapat mengiklankan produknya.

Value acara yang ditawarkan Beergembira juga sangat menarik. Ade menuturkan bahwa Beergembira menjual tiket yang murah untuk acara workshop yang mereka adakan. Dengan mematok harga 100 ribu untuk dua orang, setiap paket akan mendapatkan lima botol bir, yang tiga di antara-nya merupakan bir impor.

Selain membuat acara, Beergembira juga mengadakan kampanye bertajuk #TahuBatasnya. Kampanye yang dibuat dalam bentuk video ini, melibatkan penikmat bir aktif maupun yang tidak mengonsumsi bir sama sekali. Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi seperti penyiar radio, peneliti, musisi, pekerja industri kreatif, hingga ibu rumah tangga, untuk memberi tanggapannya terkait kampanye tersebut.

Menurut Ade, kemampuan untuk mengetahui batasan dalam melakukan suatu hal menjadi sangat penting. Beergembira sebagai komunitas yang mewadahi penikmat bir mencoba untuk mengedukasi masyarakat dalam mengonsumsi bir secara baik sekaligus bertanggung jawab. Selain itu kampanye #TahuBatasnya juga dapat diaplikasikan ke berbagai aktivitas lain.

“TahuBatasnya menurut gue tuh masih relevan banget. Banyak yang bilang kalo campaign itu nggak akan bertahan lebih dari satu tahun. Tapi menurut gue ini bisa relate ke banyak hal. Lo nggak harus ngomongin bir, lo mau ngomongin tentang fanatisme orang-orang ke banyak hal nggak usah berlebihan. Jadi biasa-biasa aja, semua ada batasnya,” tutur Ade.

Selain kampanye #TahuBatasnya, Beergembira melakukan kegiatan lain yang melibatkan produsen bir lokal. Bekerja sama dengan Beervana, mereka membuat menginisiasi kegiatan yang bernama “The Brewing Project Indonesia”. Kegiatan ini berbentuk kompetisi yang melibatkan home brewer lokal untuk membuat beer dengan memakai bahan-bahan asal Indonesia.

Pemenang kompetisi ini berhasil membuat bir jenis New England IPA dengan rasa cocopandan. Beergembira membawa pemenang tersebut ke Selandia Baru untuk berkunjung ke Tuatara Brewery, produsen bir yang membuat Craft Beer di Negara tersebut. Disana, pemenang kompetisi tersebut memproduksi bir sebanyak 8.000 liter untuk dijual di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Beergembira ingin menyampaikan pesan bahwa produsen bir lokal dapat membuat bir yang tidak itu-itu saja.

Pada kesempatan ini, Ade juga menceritakan aktivitas nightlife versi dirinya. Sekarang ini, ia agak jarang melakukan aktivitas malam, namun ia juga tetap pergi bila ada acara yang menarik perhatiannya. Ade merupakan sosok yang simple bila ingin datang ke party. Bila ingin pergi ke suatu acara, Ade lebih senang melakukannya secara spontan tanpa mempersiapkan dirinya secara serius.

“Gue suka party tapi tergantung siapa yang ajak gue. Kalau orang yang ngajak gue kayak kehebohan gue jadinya males, kalau ngajaknya santai kayak tiba-tiba pergi tuh gue lebih seneng. Karena gue orangnya spontan, jadi kalo diniatin banget kayaknya males gitu. Maaf nih, lo mau party apa kawinan, hahaha,” ungkap perempuan berambut poni tersebut.

Saat ditanya pengalaman party yang paling tidak bisa ia lupakan, Ade bercerita saat dirinya masih menjadi manajer band Superman Is Dead (SID). Pada suatu konser, Ade menjelaskan bahwa dirinya mabuk sampai tidak ingat kejadian yang ia alami sebelumnya. Sampai ia mendapatkan pesan dari Jerinx SID, yang memperingatkan dirinya untuk tidak terlalu mabuk saat bekerja. Setelahnya Ade baru tahu, bahwa ia mengacaukan konser SID saat mereka pentas.

“Pengalaman paling konyol yang pernah gue alamin pas dulu masih ngurusin band, tepatnya pas gue masih bantuin Superman Is Dead.  Jadi mereka waktu itu manggung, gue tuh nggak inget apa-apa sebenernya. Setelah manggung itu kita semua balik ke apartemen, gue baca lah jaman itu masih jamannya SMS ada pesan dari Jerinx. Dia ngasih tau gue, “Kita semua tahu kamu suka bersenang-senang, tapi kamu juga harus tau kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya bersenang-senang,”Lo tahu apa yang terjadi malam itu? Bobby (Vokalis SID) lagi nyanyi, mic-nya gue rebut. Bayangin dong gimana malunya. Hahaha. Sejak saat itu gue nggak mau kaya gitu lagi hahaha,” kenang Ade.

Ade juga memiliki tips tersendiri agar tidak terlalu mabuk saat party. Dirinya memiliki teknik khusus dimana sebelum party ia meminum double shot espresso. Ade juga bercerita bagaimana ia mendapatkan teknik anti mabuk yang mudah dilakukan ini.

“Jadi waktu itu nggak sengaja sebenernya. Dimana satu hari gue harus nyobain kopi banyak banget, malemnya minum-minum yang jumlahnya sama denga orang lain. Semua tepar, dan gue sendiri baik-baik saja. Hahaha,” tandasnya.

Sejak saat itu dirinya selalu mempraktikan teknik ini agar ia dapat melakukan aktivitas secara normal di pagi hari setelah malamnya ber-party ria. Hal ini Ade lakukan untuk menunjang rutinitas olahraga yang setiap hari dia lakukan.

Jadi, apa Anda mau mencoba tips dari Ade Putri?

Video Wawancara Ade Putri, Co-Founder Beergembira