Jauh Sebelum 2020, Wuhan Sudah Termaktub Dalam The Eyes of Darkness

Jauh Sebelum 2020, Wuhan Sudah Termaktub Dalam The Eyes of Darkness

Setelah Simpson ramai dibicarakan atas keberhasilannya meramalkan terpilihnya Presiden kontroversial Amerika, Donald Trump beberapa tahun silam, kali ini giliran The Eyes of Darkness yang jadi sorotan. Novel yang terbit di 1981 tersebut pada salah satu capter nya menggambarkan virus berbahaya bernama Wuhan-400 yang mirip dengan fenomena Corona Covid-19 yang menerpa semenanjung Asia.

Cerita berkutat pada figur Christina Evans harus jatuh ke lembah depresi kala kabar mengejutkan tentang kematian putra kecilnya Danny hinggap. Kesedihannya semakin mendalam kala peti mati Danny dilarang untuk dibuka atas alasan yang kurang jelas. Pihak terkait beralasan raga Danny sudah hancur tidak berbentuk. Tina semakin dalam tenggelam pada kesedihan, dan akhirnya membuah kognisi curiga dalam pikiran gelapnya.

Penelusuran Tina membawanya terhadap teori bahwa Danny masih hidup dalam isolasi ketat dibawah proteksi militer. Danny harus disekap karena tidak sengaja tertulas virus mematikan bernama Wuhan-400. Virus tersebut adalah senjata biologis yang diciptakan dari praktek laboratorium di provinsi Wuhan, China. Virologi dan ilmuwan-ilmuwan yang dipekerjakan digerakan untuk mencipta satu senjata biologis ampun yang mampu meluluhlantakan satu negara atau bahkan benua secara cepat dan berefek super masif.

“I’m not interested in the philosophy or morality of biological warfare,” Tina said. “Right now I just want to know how the hell Danny wound up in this place.” “To understand that,” Dombey said, “you have to go back twenty months. It was around then that a Chinese scientist named Li Chen defected to the United States, carrying a diskette record of China’s most important and dangerous new biological weapon in a decade. They call the stuff ‘Wuhan-400’ because it was developed at their RDNA labs outside of the city of Wuhan, and it was the fourhundredth viable strain of man-made microorganisms created at that research center

Selain itu, lanjutan paragraf kontroversial tersebut berisi tentang informasi spesifik Wuhan-400 yang tidak dapat menginfeksi makhluk hidup lain selain manusia. Selain itu dikatakan pula bahwa Wuhan 400 tidak dapat bertahan hidup lebih dari semenit diluar tubuh inangnya dan tidak dapat mengkontaminasi benda-benda lain diluar tubuh manusia. Juga yang paling menegangkan adalah tingkat kematiannya yang mencapai 100 persen.

Kemiripan nama virus Wuhan-400 dengan Corona-Covid-19 yang sedang mewabah di benua Asia menjadi sorotan tajam pecandu teori konspirasi dan penikmat fiksi-ilmiah. Eyes of The Darkness yang pertama terbit di 1981 dianggap memiliki pandangan masa depan yang presisi dengan hari ini. Sementara penulisnya Dean Koontz dikonspirasikan sebagai sosok time traveler untuk karyanya yang satu ini. Hingga muncul pikiran yang mengatakan semua peristiwa-peristiwa besar di dunia telah diskenariokan sejak dahulu kala. Siapa yang tahu.

Share this article :
Vantage Banner Ads