Masih mewabahnya Covid-19 di seluruh dunia menimbulkan pertanyaan kapan pandemi ini akan berakhir. Berbagai upaya telah ditempuh untuk menumpas penyebaran virus yang menyerang sistem pernafasan itu. Pembuatan vaksin, hingga obat-obatan yang diperlukan sedang dipersiapkan untuk melawan virus corona. Ungkapan melegakan pun datang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Organisasi ini memperkirakan jika dunia akan bebas dari virus corona kurang dari dua tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berharap dunia bisa terbebas dari pandemi Covid-19 kurang dari dua tahun dan tidak lebih lama dari pandemi flu Spanyol yang melanda dunia pada tahun 1918 silam. Dilansir dari BBC, hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Gebreyesus dalam pertemuan media di Jenewa, Swiss pada Jumat (21/8) lalu. 

“Kami berharap bisa menyelesaikan pandemi ini kurang dari dua tahun,” ujar Dr. Tedros.

Lebih lanjut Dr. Tedros menambahkan jika globalisasi dan konektivitas membuat Covid-19 dengan mudah menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat. Namun dengan adanya kecanggihan teknologi membuat dunia akan lebih mudah melawan virus corona dalam waktu yang lebih singkat ketimbang flu Spanyol pada 100 tahun lalu.

Sampai saat ini, lebih dari 800.000 orang di seluruh dunia telah meninggal karena Covid-19.  Termasuk juga 23 juta orang telah terinfeksi virus tersebut. Bila dibandingkan pandemi flu Spanyol pada 1918 lalu, pandemi tersebut telah menyebabkan 50 juta orang meninggal dunia dan menginfeksi 500 juta orang di seluruh dunia.

Angka korban pandemi flu Spanyol tersebut lima kali lebih besar dibandingkan korban Perang Dunia I. Korban pertama tercatat di Amerika Serikat, sebelum menyebar ke Eropa dan kemudian seluruh dunia. Pandemi tersebut datang dalam tiga gelombang, dengan gelombang kedua adalah yang paling mematikan dan dimulai pada paruh kedua 1918.

“Butuh tiga gelombang penyakit ini menginfeksi sebagian besar individu yang rentan,” kata Kepala Penanganan Darurat WHO Michael Ryan kepada media.

Setelahnya, virus flu dalam pandemi tersebut berkembang menjadi penyakit musiman yang jauh lebih mematikan dan muncul kembali selama beberapa dekade.

“Seringkali, virus pandemik menetap menjadi pola musiman seiring dengan waktu,” katanya.

Ia memperingatkan bahwa sejauh ini “virus ini [Covid-19] tidak menunjukkan pola seperti gelombang yang serupa [dengan flu Spanyol]. Jelas, ketika penyakit tidak terkendali, ia akan melonjak kembali.” tandas Ryan.