Whiskey Bisa Membunuh Bakteri yang Hidup di Es Batu

Sudah menjadi rahasia umum jika es batu yang diproduksi massal dan dijual dipasaran memiliki tingkat kesehatan yang rendah. Kenapa? Karena kita sebagai konsumen tidak benar-benar tahu air apa yang dipakai untuk membuat es batu tersebut. Ada juga beberapa kasus ringan keracunan yang terjadi akibat es batu yang dibuat sembarangan. Tapi untuk kebanyakan orang, hal itu tidak terlalu dipikirkan dan konsumsi es batu tetap tinggi. Contohnya, es batu banyak dipakai sebagai pelengkap minuman beralkohol. Dan whiskey, bisa membunuh bakteri yang hidup di es batu.

Lalu, apakah artinya whiskey itu menyehatkan jika bisa membinasakan bakteri yang ada di es batu yang banyak dikonsumsi orang-orang secara langsung atau pun tidak langsung? Sebuah penelitian coba untuk membuktikannya.

Sebuah kelompok riset meneliti es batu yang dibuat dan dijual untuk dikonsumsi, yang biasanya dikenal sebagai “food grade ice” untuk mencari keberadaan bakteri.

Sebanyak enam puluh sampel es batu yang diproduksi di rumahan, restoran dan industri diuji selama penelitian. Es batu tersebut dicairkan dan dimasukkan tiga macam bakteri: bakteri mesofilik (jenis bakteri yang tumbuh secara optimal pada suhu 32 derajat celcius), bakteri psikrotropik (bakteri yang bisa tetap hidup dalam lingkungan yang sangat dingin) dan pseudomona (salah satu jenis bakteri).

Setelah dibekukan kembali, bakteri yang ada di dalam es batu menunjukan perkembangan. Setelah itu, DNA bakteri-bakteri tersebut dibersihkan dan diurutkan. Terdapat 1.113 bakteri yang bisa ditemukan para peneliti dan level kontaminasi dari sampel es batu berbeda-beda dari tiap level produksi.

Sampel yang didapat dari es batu buatan rumah dan es batu yang dikumpulkan dari bar dan pub memiliki kepadatan sel tertinggi. Setelah itu, peneliti berhasil mengidentifikasi 52 untaian DNA yang mewakili 31 spesies, yang diantaranya mencakup bakteri Pseudomona, Staphylococcus, Bacillus and Acinetobacter. Sebagian besar bakteri yang ditemukan dalam penelitian ini bisa digolongkan sebagai patogen dalam tubuh manusia, artinya bakteri-bakteri tersebut bisa menyebabkan infeksi.

Jadi, berapa besar kemungkinan es batu ini menyebarkan bakteri patogen ke dalam tubuh manusia? Untuk menemukan jawabannya, berbagai jenis minuman yang umumnya dijajakan di bar (whisky, vodka, martini, tonic water, peach tea, coke) diuji untuk menyingkap kemampuannya menunjang pertumbuhan bakteri. Es batu yang digunakan dalam penelitian ini terlebih dahulu tercemar oleh bakteri-bakteri yang dipilih oleh para peneliti.

Hasilnya, penelitian tersebut menunjukan adanya penurunan jumlah bakteri yang konsisten dalam minuman beralkohol yang dicampur dengan es batu yang tercemar bakteri. Tren positif ini mungkin terjadi lantaran minuman beralkohol tersebut jelas memiliki kandungan alkohol , CO2, pH serta berbagai macam bahan anti bakteri di vodka, whiskey, martini, peach tea, air tonic dan coke.

Ada empat jenis bakteri yang dipilih dalam penelitian ini, yaitu Cinetobacter lwoffii ICE100, Bacillus cereus ICE170, Pseudomonas putida ICE224 dan Staphylococcus haemolyticus ICE182. Keempat bakteri yang diuji ternyata bisa tumbuh dalam vodka dan teh persik, namun, dalam kasus lain, hanya satu dari empat bakteri yang bisa berkembang dalam air tonik dan dua bakteri bisa tumbuh di coke. Tapi yang paling mencengangkan adalah, tak ada satupun bakteri bisa selamat dalam whiskey. Artinya, whiskey memiliki kemampuan untuk membinasakan bakteri!