Ada-Ada Saja, Warga Bolivia Hancurkan Pemancar Sinyal 5G Karena Takut Covid-19

Ada-Ada Saja, Warga Bolivia Hancurkan Pemancar Sinyal 5G Karena Takut Covid-19

Masih mewabahnya virus Covid-19 menimbulkan ketakutan besar ditengah masyarakat. Meski banyak negara yang bersiap untuk memulai fase the new normal, bahaya virus corona masih mengintai setiap orang. Seperti yang terjadi di Bolivia, di mana para warganya menghancurkan tiang komunikasi 5G. Tindakan ini dilakukan karena mereka memahami bahwa teknologi tersebut memiliki andil untuk menyebarkan virus corona. 

Ketakutan virus corona masih melanda banyak orang di seantero dunia. Seperti yang terjadi di Bolivia pada Senin lalu, dilaporkan warga negara tersebut mengancurkan beberapa tiang pemancar sinyal. Mereka yang menghancurkan pemancar itu mempercayai bahwa teknologi sinyal 5G menjadi media penularan virus corona.

Dilansir dari AFP, Bolivia sebenarnya belum memiliki infrastruktur yang memadai untuk teknologi 5G. Seperti yang diketahui teknologi tersebut dikaitkan dengan virus corona beberapa waktu lalu. 

Ujaran teori konspirasi sempat mengemuka setelah Covid-19 mewabah di seluruh dunia. Banyak orang yang beranggapan bahwa virus tersebut sengaja dibuat untuk kepentingan segelintir pihak yang biasa disebut Elit Global. Khusus isu 5G, radiasi elektomagnetik yang dimiliki sinyal baru itu menimbulkan gejala dari Covid-19. Namun belakangan, anggapan ini dibantah langsung para ilmuan.

Tiang komunikasi yang dihancurkan warga berada di kawasan Yacapani, dekat kota Santa Cruz, Bolivia. Kepolisian menyatakan serangan tersebut cukup membuat mereka kewalahan dan mereka menggambarkan peristiwa itu serupa serangan teroris. Meski begitu, pihak kepolisian menyatakan tak ada kekerasan serius yang terjadi.

Sebelum penghancuran menara komunikasi tersebut, penduduk setempat telah mengadakan protes ke pemerintah untuk meruntuhkan tiang komunikasi karena ketakutan mereka terhadap penularan Covid-19. 

Kemudian pihak Kementerian Komunikasi Bolivia mengeluarkan pernyataan yang mengingatkan masyarakat bahwa teknologi 5G belum sampai di negara Amerika Selatan itu dan teknlogi itu tak terkait dengan penyakit pernapasan. Teknologi 5G adalah merupakan salah satu dari sekian banyak teori konspirasi yang dikaitkan dengan virus corona.

Sebelumnya nama Bill Gates sempat dikaitkan sebagai dalang utama terciptanya Covid-19. Pendiri Microsoft tersebut dianggap merancang virus corona sejak lama. Pendiri Microsoft ini juga membuat vaksin berupa chip yang bertujuan untuk melacak populasi global.

Berdasarkan laporan dari Johns Hopkins University of Medicine, sampai hari ini kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 8.351.428 kasus. 449.047 diantaranya meninggal dunia dan sebanyak 4.076.245 orang telah dinyatakan sembuh.

Vantage Banner Ads