Wajah Memerah Setelah Meneguk Minuman Beralkohol? Bisa Jadi Memiliki Sindrom Asian Flush

Ketika mengonsumsi alkohol, beberapa orang punya kencenderungan kulit yang jadi memerah atau mengalami Asian Flush. Hal ini bukanlah gejala alergi. Meskipun namanya merujuk pada etnis tertentu, tapi dapat menyerang orang dari berbagai latar belakang etnis manapun.

Seorang dokter di Singapore General Hospital sekaligus anggota dari SingHealth Group yang bernama Dr. Tan Ek Khoon menyatakan bahwa mereka yang memiliki reaksi wajah memerah ketika meminum alkohol akan memiliki risiko lebih tinggi terkena lambung atau kanker tukak lambung karena ketidakmampuan genetik untuk secara efisien memproses acetaldehyde, yakni produk sampingan dari metabolisme alkohol.

Orang-orang yang mengalami muka merah setelah minum alkohol tidak dapat secara efisien memproses alkohol karena ketidakmampuan memproses enzim dehidrogenase aldehid (ALDH2). Ketidakmampuan ini membuat organ hati tidak mampu memecah acetaldehyde dalam alkohol, yang menyebabkan akumulasi zat beracun. Hasilnya? Detak jantung akan semakin cepat, terasa mual, sakit kepala, atau wajah yang semakin merah.

Seorang peneliti asal Inggris percaya bahwa orang-orang dengan wajah memerah setelah minum alkohol ini akan menderita lebih banyak kerusakan DNA dari yang diperkirakan sebelumnya. Tapi, Daryl L. Davies, seorang ahli farmasi klinis yang sedang mempelajari tentang alkoholisme, mengemukakan pendapat yang berbeda.

Baginya, para peneliti belum sepenuhnya yakin bahwa kanker tertentu disebabkan oleh konsumsi alkohol, sebab memang hanya pada beberapa organ yang lebih rentan terhadap kanker daripada yang lain. Menurutnya juga, orang yang memiliki Asian Flush memiliki pilihan pribadi untuk berhenti meminum alkohol atau tetap melanjutkan kesenangannya itu.

Namun, ia tetap memperingatkan bahwa mengabaikan efek alkohol yang diterima ke dalam tubuh orang dengan Asian Flush ini adalah hal yang berbahaya. Karena, belum ada juga obat yag dapat mencegah sindrom Asian Flush ini. Jadi asalkan konsumsi alkohol kita masih dalam batas aman, tubuh masih dapat menoleransinya.