Kabar Baik, Vaksin Corona Berbahan Tembakau Siap Diuji Ke Manusia

Terus mewabahnya virus corona membuat banyak pihak berjibaku mencari solusi untuk menanganinya. Salah satu yang sedang dijajaki adalah pembuatan vaksin. Kini kabar baik bermunculan bahwa vaksin untuk Covid-19 telah ditemukan. Salah satu perusahaan rokok terbesar dunia, British American Tobacco telah mengklaim bahwa pihaknya sedang mengembangkan vaksin berbahan daun tembakau dan siap diujikan ke manusia. 

Salah satu pemain tembakau terbesar dunia, British American Tobacco (BAT) telah mengklaim bahwa vaksin yang dikembangkannya sudah siap diujikan pada manusia. Vaksin Covid-19 yang berbahan daun tembakau tersebut diproyeksikan akan mampu menghasilkan kekebalan tubuh manusia.

Dilansir dari Business Today, BAT menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi persetujaun dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk mengembangkan vaksin tersebut. Sehingga mereka bisa segera mengujikannya pada manusia

“Calon vaksin telah siap untuk melewati tahap selanjutnya untuk diujikan kepada manusia, setelah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA),” bunyi pernyataan BAT melalui laman resminya.

Sebelumnya perusahaan pembuat rokok ternama dunia, Lucky Strike itu sempat menghebohkan dunia kala membuat pernyataan bahwa mereka dapat memproduksi vaksin Covid-19 sebanyak 1 sampai 3 juta dosis bila mendapat dukungan dari pemerintah.

Salah satu markas BAT di London, Inggris menyebutkan bahwa mereka sedang menyiapkan pendanaan untuk melakukan uji klinis. Pengujian menurut rencana akan dilaksanakan paling cepat di akhir Juni mendatang. Setelahnya BAT juga akan menyiapkan infrastruktur untuk melakukan produksi vaksin secara masal.

Vaksin berbahan daun tembakau ini menjadi salah satu dari banyak vaksin yang sedang dikembangkan ilmuan di seluruh dunia. Mereka berpacu dengan waktu untuk menciptakan solusi yang sedang ditunggu-tunggu. Para ahli memperkirakan bahwa vaksin akan siap setidaknya setelah 12 sampai 18 bulan pengembangan.

Penciptaan vaksin menjadi salah satu jalan yang ditempuh untuk menanggulangi virus corona. Pasalnya sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang menunjukkan penurunan kasus Covid-19. Dikutip dari Johns Hopkins University & Medicine, kasus positif Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 4,7 juta dan 315 ribu orang diantaranya telah meninggal dunia.