Mulai Hari Ini, Tilang Elektronik untuk Sepeda Motor Resmi Diberlakukan

Jakarta dengan segala hiruk pikuknya memang dipenuhi beragam persoalan. Salah satunya adalah lalu lintasnya yang sering dilanda kemacetan. Tak hanya itu, perilaku pengendara di Jakarta juga belum 100 persen tunduk pada aturan. Kini apatur negara memiliki cara baru untuk menindak pengendara yang sering kali melanggar khususnya pengemudi sepeda motor. Tepat di awal bulan ini, Polda Metro Jaya resmi memberlakukan tilang elektronik khusus untuk roda dua.

Mulai bulan ini pengendara motor di Jakarta tak bisa lagi seenaknya melanggar peraturan. Ditlantas Polda Metro Jaya telah menerapkan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) khusus untuk sepeda motor.

Peraturan ini merupakan kelanjutan dari sistem tilang elektronik yang sebelumnya diberlakukan untuk kendaraan roda empat atau lainnya. Dikutip dari kompas.com, tilang elektronik untuk sepeda motor sebenarnya sudah berlaku sejak 1 Februari 2020. Namun penindakan terhadap pelanggar baru dilakukan pada hari ini (3/2).

Perangkat kamera ETLE telah terpasang di beberapa titik jalanan Ibu Kota. Yang pertama ada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan MH Thamrin. Titik lainnya berada di jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan. Tepatnya di depan kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Pada pelaksanaan sistem tilang elektronik ini ada empat jenis pelanggaran yang akan tertangkap kamera ETLE. Empat jenis pelanggaran tersebut antara lain penggunaan ponsel, penggunaan helm, menerobos lampu merah, dan melanggar marka jalan.

Menurut Pihak Polda Metro Jaya, keempat jenis pelanggaran tersebut menjadi faktor yang menyebabkan kemacetan. Selain itu jenis pelanggaran lain nantinya akan masuk terdeteksi oleh kamera ETLE. Salah satunya adalah pengendara motor yang kedapatan merokok akan dikenai tilang elektronik.

Sebenarnya kebijakan penilangan bagi pengendara yang merokok sudah diberlakukan pada 2019 silam. Namun penindakan melalui sistem tilang elektronik masih dalam proses perencanaan.

“Perlu diketahui, karena ini berbasis elektronik pasti perlu tahapan. Kalau ditanya bisa, ya pasti bisa. Nanti kita kembangkan ke arah sana untuk pengendara yang sambil merokok,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar dilansir dari Kumparan.

Besaran denda yang dikenakan pada pelanggar pun beragam. Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), denda yang dikenakan berkisar dari Rp 250.000 sampai paling besar Rp 750.000. Tergantung dari jenis pelanggaran yang ditindak.