TikTok: Aplikasi Akhir Zaman Sejuta Umat Joged di Dunia

Setelah kemunculan perdananya di tahun 2017, aplikasi TikTok kembali menghebohkan Indonesia di awal 2020. Banyak konten video viral dari TikTok muncul serempak baik di linimasa Twitter maupun Instagram. Segala lapisan masyarakat mulai dari selebgram, aktor, hingga pejabat Indonesia ikut mengunggah video TikTok. Lantas, mengapa kini TikTok bisa diterima secara luas di dalam negeri?

Kemunculan Awal Hingga Menuai Cibiran

Demam TikTok di awal tahun ini memang menarik untuk ditelusuri. Pasalnya, saat pertama kali hadir di Indonesia pada 2017 silam TikTok sempat dianggap sebagai aplikasi kaum “alay”. Bahkan aplikasi buatan China itu sempat diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di pertengahan 2018. Alasannya, TikTok dinilai membawa dampak negatif bagi anak.

Tentu kita belum lupa dengan sosok Bowo Alpenliebe. Remaja yang masih duduk di bangku SMP ini sempat viral dengan konten uniknya di TikTok. Ia pun menuai ketenaran dan memiliki penggemar yang cukup fanatik. Namun fenomena Bowo ini menimbulkan cibiran dari banyak orang karena upayanya dalam menarik keuntungan saat menggelar acara meet and greet. Dimana acara tersebut memantik rasa kecewa penggemar Bowo lantaran wajah aslinya tak semenarik bila dilihat di dunia maya.

Kembali Viral dan Digandrungi Tiap Kalangan

Setelah fenomena Bowo berakhir, keramaian TikTok didalam negeri sempat menurun. Hingga tiba di tahun 2020, sebuah video TikTok yang dibuat oleh Dian Sastro viral di berbagai platform media sosial. Kemunculan video milik aktris kelas atas Indonesia itu memancing sosok terkenallainnya untuk mengunggah video TikTok. Mereka saling beradu kreativitas agar viral melalui platform yang satu ini.

Tak hanya dari kalangan artis, pejabat Indonesia pun ikut larut dalam demam TikTok. Salah satu yang menjadi perbincangan saat Trio Gubernur yakni Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Ganjar Pranowo membuat video TikTok bersama saat menjadi pembicara di salah satu televisi swasta.

Seketika penggunaan TikTok pun kembali ramai di kalangan masyarakat Indonesia. Hampir setiap hari bermunculan video viral yang berasal dari aplikasi yang sebelumnya bernama musical.ly ini. Konten dari TikTok pun sangat mudah ditemui di berbagai platform media sosial.

Hal ini dikarenakan TikTok memiliki fitur share yang memungkinkan penggunanya untuk membagikan video miliknya ke berbagai platform media sosial. Tak hanya itu, setiap video yang dibagikan terdapat watermark berupa username dan logo aplikasi. Sehingga konten dari TikTok memiliki ciri khas tersendiri.

Fenomena TikTok juga digadang-gadang akan menyaingi popularitas media sosial lain. Salah satunya adalah Instagram. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Sensor Tower, TikTok memiliki jumlah unduhan yang melebihi Instagram di tahun 2019 sebanyak 700 juta kali. Tak menutup kemungkinan, TikTok akan kembali melebihi Instagram di tahun ini. Apalagi keramaiannya sedang mencapai puncak di Indonesia, negeri yang kerap gandrung dengan media sosial.

Potensi TikTok menjadi besar pun telah disadari banyak pengamat sejak lama. Sebagai sebuah platform, TikTok memiliki perbedaan mencolok dibanding media sosial lainnya yang lebih menekankan status. Aplikasi yang satu ini fokus untuk menciptakan konten yang berbasis pada bakat. Dimana para penggunanya diajak untuk menunjukkan kebolehannya dalam berjoget dengan gerakan yang unik dan menarik.