TADI, Nafas Baru Dari Kota Kembang

Mungkin dari sekian banyak band, TADI adalah salah satu yang punya usaha kuat untuk meleburkan segala preferensi mereka ke dalam elemen unit musiknya. Sebut saja Fujiwara Hiroshi “The Godfather of The Streetwear” dari Jepang, atau Raf Simons sang desainer dari Belgia.

Kedua ikon ini tidak sekadar memberi pengaruh di urusan fashion, lebih dari itu, menjadi pemicu bagaimana TADI menerjemahkan musik yang mereka bikin dengan mengolah visual yang mereka tangkap jadi selaras dengan bunyi yang ingin dihasilkan.

Fathan (17) yang bertanggung jawab menyanyikan lagu TADI serta memainkan instrumen Gitar, Bass, Synth dan Drum mengungkapkan alasan mengapa sosok Fujiwara Hiroshi memiliki pengaruh besar terhadap dirinya karena sering berpikir out of the box dan sama-sama berekspresi di medium yang sama:musik dan streetwear.

Tentu, tak mungkin juga bila hasil karya mereka lepas dari pengaruh musisi yang lagu-lagunya menjadi heavy playlist di akun Spotify masing-masing personil. Layaknya Generasi Z hari ini, kedua personil TADI kerap bereksplorasi mencari musik sesuai dengan identitas mereka. Pilihan paling favorit dari keduanya jatuh ke nama-nama besar sampai yang underrated seperti, Erykah Badu, Tom Misch hingga Hiatus Kaiyote.

Karena mendengarkan karya-karya musisi-musisi tersebut Adhi (21) yang bertanggung jawab menyanyikan lagu TADI serta memainkan instrumen Keyboard, Piano dan Synth meramu falsafah bermusiknya dengan berusaha memainkan musik sesuai kadarnya secara bijaksana.“Tom Misch bermain musik menggunakan hati dan intuisi.He is the real definition of playing music with your heart”, kata Adhi.

Beramunisikan preferensi tersebut kendaraan bermusik Fathan dan Adhi melaju di rimba industri musik lokal yang sarat kompetisi. Dimulai dari hanya menggunakan nama mereka berdua, sampai diusungnya nama TADI hingga hari ini.

Keduanya sudah menjajaki panggung-panggung musik cukup
bergengsi di kota Bandung seperti menjadi bintang tamu pembuka untuk Eva Celia dan Nadin Amizah bahkan sempat berduet dengan musisi lokal favorit mereka: Angga Puradiredja dari Maliq & D’Essentials untuk lagu cover yang diunggah di media sosial dalam rangka meramaikan masa-masa awal pandemi.

Akhirnya setelah dua tahun bermain musik bersama, Fathan dan Adhi sepakat di tahun 2020 pada tanggal 1 November kemarin mengeluarkan salah satu lagu karangan mereka berjudul Crazy Over You. Mereka sengaja mengusung lagu ini menjadi single pertama untuk merepresentasikan TADI ke khalayak karena menganggap lagu ini unik sekaligus fresh dan catchy.

“Lagu Crazy Over You unik dari segi bagan lagu. Karena hanya terdapat satu verse untuk keseluruhan lagu, sisanya digantikan interlude dan bridge. Namun nada yang terdengar tidak menjadi aneh atau asing sehingga terasa menyenangkan..”menurut Fathan.

Sedangkan Adhi merasakan lagu Crazy Over You, memiliki perasaan emosi yang kuat dan dalam untuk dirinya. Bukan karena masalah asmara serupa yang tergambar dalam lirik, tapi Adhi menemukan cara berkreasi di luar dugaannya selama ini. “Ternyata membuat karya tidak perlu semenegangkan dan seserius seperti ujian sekolah. Malah seringnya energi yang diinginkan terjadi karena kita mengerjakannya sambil ketawa-tawa.” ujarnya.“Dan buat saya itu deep.”

Sekarang keduanya tinggal menunggu respon pendengar di luar sana. Momen pemicu adrenalin berikutnya. Besar harapan mereka lagu ini tidak hanya menjadi sesuatu yang layak mewakili perasaan setiap orang yang sedang jatuh cinta dan tergila-gila pada calon belahan jiwanya, tetapi juga bisa mengisi kekosongan jiwa-jiwa yang sedang ditinggalkan oleh belahan jiwa mereka.