Skenario Terburuk Nilai Tukar Rupiah Kala Pandemi

Pandemi corona yang merebak luas mencangkup seluruh bagian dunia dalam beberapa pekan ke belakang berdampak pada sektor-sektor subtansial dalam tatanan eknomi. Hal ini bukan rahasia umum, kian anjloknya nilai tukar rupiah hingga skenario terburuknya jadi salah dua bahasan hangat di awal pekan ini.

Pelemahan nilai tukar terjadi akibat banyaknya investor yang kian khawatir dengan kondisi perekonomian di tengah kebijakan lockdown yang dilakukan. Kebijakan lockdown yang diterapkan otomatis berdampak pada perlambatan aktivitas ekonomi. Pandemi corona yang melanda dunia sendiri menurut IMF diprediksi dapat menyebabkan krisis ekonomi dan keuangan global.

Isu tersebut jelas menjadi buah pikir baru. Dari Indonesia sendiri krisis yang menerpa terlihat jelas dari nilai tukar Rupiah terhadap Dollar US yang mencapai angka di atas 16.000 rupiah. Parahnya, pelemahan nilai tukar Rupiah berpotensi kian memburuk jika melihat skenario yang diungkap Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Dilansir dari CNN Indonesia, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengungkap skenario terburuk nilai tukar rupiah bisa menyentuh kisaran Rp17.500 sampai Rp20 ribu per dolar AS pada tahun ini. Skenario ini muncul akibat tekanan ekonomi yang berat di tengah penyebaran pandemi virus corona atau covid-19.

Namun skenario terburuk yang diungkap Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani ini semata-mata disusun sebagai langkah antisipasi jangka panjang agar tidak terjadi hal serupa. Dirinya juga menambahkan Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan jajarannya telah siap untuk segala skenario-skenario ekonomi terburuk akibat pandemi yang menerpa ini.