Ketika Selandia Baru Libatkan ‘Bintang Porno’ dalam Edukasi Seks Kepada Anak-Anak

Seks saat ini masih menjadi hal yang dianggap tabu, terutama untuk anak-anak. Di Indonesia, banyak orang tua yang masih merasa bahwa pendidikan seks bukan hal yang mendesak untuk diajarkan terhadap keturunannya. Akibatnya jelas, banyak ditemukan kasus seks yang melibatkan anak-anak sebagai pelaku ataupun korban. Bila dirasa masih tabu, mungkin cara yang dilakukan Selandia Baru dalam memberikan edukasi seks bisa dijadikan referensi. Di mana pemerintah setempat melibatkan’bintang porno’ dalam pembuatan iklan layanan masyarakat yang kreatif.

Pemerintah Selandia Baru memiliki cara yang cerdas dalam memberikan edukasi seks untuk anak-anak. Mereka membuat sebuah video iklan layanan masyarakat yang melibatkan ‘bintang porno’ di dalamnya. Iklan yang masuk dalam kampanye “Keep It Real Online” itu telah ditayangkan di YouTube pada awal Juni lalu dan telah ditonton jutaan orang di seluruh dunia.

Pada iklan itu ditampilkan sepasang bintang porno yang telanjang bulat bernama Sue dan Derek yang sedang mendatangi sebuah rumah. Di rumah itu mereka menghampiri seorang Ibu dan mengatakan bila putranya sering menyaksikan aksi bintang porno tersebut secara online melalui berbagai perangkat elektronik.

“Ya, putra Anda menyaksikan kami secara online,” ujar Sue.

Mendapati penjelasan seperti itu, sang Ibu bernama Sandra terkejut. Rupanya kedatangan kedua bintang porno itu untuk mengingatkan kepada si anak bahwa apa yang dilihatnya di internet tidak sesuai dengan kenyataan.

“Kami biasanya beraksi untuk orang dewasa, tetapi putra Anda hanyalah anak-anak. Dia belum mengerti bagaimana sebuah hubungan sebenarnya bekerja,” tambah Sue.

Sejurus kemudian, sang anak bernama Matey keluar dan melihat langsung bintang porno yang sering ditontonnya secara online. Ia pun terkejut dan menjatuhkan mangkuk yang sedang ia bawa. Setelahnya Sandra bergegas untuk menasihati Matey karena imbauan kedua bintang porno tadi.

Video edukasi seks Selandia Baru.

Dilansir dari Insider, kampanye “Keep It Real Online” bertujuan menyadarkan masyarakat Selandia Baru akan dampak buruk dari kelamnya dunia maya. Video iklan layanan masyarakat tadi juga merespon data yang dihimpun pada Desember tahun lalu. Pada laporan tersebut menjelaskan jika internet menjadi jalan utama bagi anak-anak untuk mempelajari seks.Selain masalah seks, kampanye “Keep It Real Online” juga memperhatikan isu lain seperti bullying, kontrol orang tua pada anak, dan interaksi secara online. Sejak kampanye tersebut diluncurkan secara daring, banyak respon positif datang dari masyarakat.