Sampah Jakarta Berkurang Ratusan Ton Selama Pandemi Berlangsung

Ada dampak besar dari PSBB dan penerapan sistem work-from-home yang sedang digalakan Pemprov DKI Jakarta dalam upaya menekan penyebaran pandemi COVID 19. Tidak melulu menyorot pada negatifnya carut marut ekonomi, salah satunya yang paling terasa positif adalah turunnya jumlah sampah harian warga ibu kota yang mencapai angka ratusan ton.

Semenjak penerapan work-from-home yang dimulai 16 Maret lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat ada penurunan jumlah sampah dari Jakarta menuju Tempah Pembuangan Sampah (TPS) Bantargebang. Penurunan jumlah sampah yang masuk ke TPS Bantargebang bisa dikatakan cukup signifikan karena memasuki angka 620 Ton per hari terlebih semenjak berlakunya PSBB di ibu kota.

Penurunan aktivitas masyarakat dari penerapan sistem WFH dan PSBB berdampak pada kian berkurangnya sampah terutama dari sumber komersil seperti hotel, mal, restoran perkantoran dan tempat wisata yang menjadi sumber terbesar peredaran sampah harian.

Berkurangnya jumlah sampah DKI Jakarta selama masa PSBB menurutnya bisa lebih efektif dan signifikan jika masyarakat merapkan sistem kurangi, pilah dan olah sampah selama selama masa pembatasan sosial berskala besar dilakukan. Hal ini penting untuk mengurangi gunungan sampah yang memakan waktu lama untuk proses penguraian, sekaligus dapat berdampak positif pada keasrian dan kesehatan lingkungan dari berkurangnya pencemaran sampah yang kian memprihatinkan efek jangka panjangnya.