Pubertas Kala Pandemi Bukan Berarti Kabar Buruk

Kebanyakan orang menganggap bahwa pandemi telah membuat kita menjadi mati rasa terhadap waktu.

Bagi pembaca yang sudah menjadi orang tua serta teman-teman yang berprofesi sebagai dokter anak pastinya lebih tahu, bahwa bayi berubah menjadi balita, kemudian ia menjadi siswa sekolah dasar, hingga akhirnya mencapai titik pubertas. Di mana perkiraannya anak-anak ini akan tumbuh menjadi generasi yang tidak peduli dengan apa yang terjadi di dunia luar, karena wabah pandemi ini.

Dilansir dari cnn.com seorang dokter mengemukakan pendapatnya “Saya memiliki sejumlah pasien yang mengalami menstruasi sejak pandemi dimulai,” kata Dr. Katherine Williamson, seorang dokter anak di Ladera Ranch, California.

Hampir semua ibu di seluruh dunia seperti berujar “Syukurlah dia ada di rumah!” Kata Williamson. “Mereka tidak harus berurusan dengan periode menstruasi saat berada di sekolah.” Hal ini berlaku juga untuk kasus lainnya seperti anak perempuan yang memakai bra untuk pertama kalinya, anak laki-laki yang suaranya mulai pecah, di mana ternyata sebenarnya lebih menyenangkan untuk mengalami perubahan fisik di rumah mereka sendiri. Lebih aman juga!”

Anak-anak ini sudah pasti merindukan teman-temannya. Masih dilansir dari cnn.com, seorang psikolog bernama Lisa Damour mengatakan taman bermain tidak selalu menjadi tempat paling sehat untuk belajar tentang perubahan tubuh seperti payudara yang mulai tumbuh, rambut kemaluan, juga menstruasi. “Ketika tubuh anak-anak berubah, atau tidak berubah secepat teman-temannya, anak-anak itu akan sangat menyadarinya,” pungkas Lisa.