Prost Beer, Jawaranya Bir Ekonomis Asli Nusantara

Orang Tua Grup nampaknya tidak main-main dalam usahanya meramaikan cadangan minuman keras Nusantara. Lewat segenap varian produk anggur dan jamu kelas wahidnya seperti Anggur Merah, Arak Obat, Kolesom dan Anggur Putihnya, akhirnya mereka menjadi produsen primadona ranah permabukan kelas menengah kebawah di sela-sela gang sempit Ibu Kota. Peruntungan Orang Tua Grup tidak berhenti disitu, varian bir pun dihadirkan. Prost Beer dan Singaraja jadi produk superiornya.

Mungkin banyak yang belum mengetahui jika Prost Beer merupakan keluaran Orang Tua Grup. Memang, pada kemasannya sendiri mpu produksi tertera PT Beverindo Indah Abadi yang beralamatkan di Semarang, Jawa Tengah. Namun saham penuh Baverindo dikantongi langsung oleh Orang Tua Grup. Selain memproduksi Prost Beer, perusahaan ini ternyata juga produsen bir nikmat kelas dunia Konig Ludwig Weissber.

Perbedaan keduanya terletak pada bahan baku dan lisensi. Weissber berbahan baku gandum wheat. Sedangkan Prost Beer berbahan baku barley malt. Jika Konig Ludwig Weissber hanya dibeli lisensi produksinya, sedangkan Prost Beer sepenuhnya milik Orang Tua. Standar produksinya habis-habisan menyamai dengan layak bakunya di Jerman. Jadi soal kualitas mutlak dipastikan Baverindo maha menjaga segala runut produksinya.

Untuk kemasan, botol Prost memiliki aksen botol berwarna hijau dengan logo dan desain putih biru. Cukup berbeda dengan bir lokal pada umumnya yang memiliki corak desain warna merah dan putih. Sangat terlihat menyegarkan dan melepas dahaga selayaknya kemasan air mineral ternama.

Membahas ke-urusan yang paling penting dalam pembahasan sebuah bir, rasa. Bir berjenis Lager satu ini memiliki warna keemasan, sedikit lebih muda dibanding dengan varian Angker bir. Rasanya cukup ringan jika dibandingkan dengan bir lokal lainnya. Selain itu, Prost Beer memiliki keasaman yang sempurna pada aftertaste-nya, tidak terlalu asam jika disandingkan dengan bir andalan keluaran PT Bali Hai Brewery.

Khalayak juga banyak yang salah duga jika Prost Beer adalah bir impor. Salah. Mungkin karena kata prost sendiri yang merupakan bahasa Jerman yang memiliki arti bersulang. Banyak juga yang salah kaprah soal harga bir satu ini. Prost dapat dikatakan bir yang memiliki harga cukup murah dibanding bir lokal lainnya. Harganya cukup besahabat untuk waktu-waktu akhir bulan. Menenggak Prost Beer untuk meneduhkan diri dari kemarau Jakarta siang hari mungkin bisa jadi ide yang menyenangkan. Bersulang, prost!