Langka! Pria Ini Memproduksi Bir Di Dalam Perutnya Sendiri

Seperti yang kita ketahui bersama, minuman bir terbuat dari proses fermentasi malt yang diproses dalam waktu tertentu. Tapi apa jadinya bila ada manusia yang dapat memproduksi bir dari tubuhnya sendiri? Ini bukanlah mengada-ada, seorang pria di Amerika Serikat dapat memproduksi bir dari perutnya sendiri. Ya Anda tak salah baca, perutnya sendiri.

Temuan ini ditemukan di Amerika Serikat. Seorang pria yang dirahasiakan identitasnya mengalami kondisi langka, dimana pencernaannya secara otomatis mengubah karbohidrat menjadi bir di dalam perutnya. Hal ini diketahui setelah polisi menduga pria tersebut dalam pengaruh alkohol saat mengemudi.

Dugaan inipun langsung dibantah oleh pria berumur 46 tahun tersebut. Ia mengaku saat diinterogasi polisi dirinya tak mengkonsumsi alkohol sama sekali. Setelahnya ia dibawa ke rumah sakit untuk menjalani tes pernafasan atau breathalyzer. Hasil tes ini mencengangkan, pria ini memiliki kadar alkohol melebihi batas wajar dalam darahnya yang setara dengan 10 botol minuman berakhohol.

Lantas mengapa pria tersebut memiliki kandungan alkohol di tubuhnya?

Dilansir dari The Sun, peneliti dari Richmond University Medical Centre New York dalam catatannya di jurnal BMJ Open Gastroenterology tak mempercayai klaim pria tersebut terkait bantahannya dalam mengonsumsi alkohol.

“Personel rumah sakit dan polisi menolak untuk mempercayainya ketika dia berulang kali membantah mengonsumsi alkohol,” ujar para peneliti dari Richmond University Medical Centre.

Setelahnya pria tersebut mencoba mencari tahu sendiri kebenaran kondisi tubuhnya. Di Ohio dia melakukan pemeriksaan kembali di sebuah klinik, hasilnya menunjukkan bahwa dalam tubuhnya terdapat Saccaharomyces Cerevisae atau ragi bir. Jamur ini diketahui sebagai bahan fermentasi untuk pembuatan minuman berakhohol khususnya bir.

Dokter yang di klinik tersebut memberikan diagnosa bahwa pria itu mengalami kondisi langka yang disebut auto-brewery syndrome (ABS) atau juga dikenal sebagai sindrom fermentasi usus. Kondisi ini membuat karbohidrat yang di konsumsi, diubah menjadi alkohol oleh jamur di saluran pencernaan.

Kondisi ini juga membuat dia mengalami masalah kesehatan lainnya. Pada suatu waktu pria tersebut sempat jatuh saat tiba-tiba mabuk dan menderita pendarahan intrakranial.

Kemungkinan kondisi tersebut dipicu oleh serangkaian antibiotik yang dikonsumsinya saat mengalami cedera ibu jari pada tahun 2011. Setelahnya, dokter yang menanganinya melakukan pengobatan dengan terapi anti-jamur dan probiotik. Hasilnya pria berusia 46 tahun tersebut tak lami mengalami gejala yang mirip depresi dan bisa kembali memakan karbohidrat setelah sebelumnya dilarang.