Olahan bir selalu berhasil menarik para pecintanya di seluruh dunia. Berbagai inovasi kerap kali muncul untuk menambah variasi minuman beralkohol yang satu ini. Seperti yang dilakukan oleh seorang peneliti asal Filipina. Sadar negaranya memiliki produksi durian yang melimpah, peneliti bernama Kriza Calumba membuat temuan terbaru, yang menggabungkan campuran durian dan probiotik untuk membuat bir yang sehat.

Seorang peneliti bernama Kriza Calumba sedang mengembangkan campuran durian dan probiotik yang akan dijadikan produk bir sehat. Peneliti yang bekerja di Universitas Filipina itu menyadari bila negaranya adalah salah satu penyuplai durian terbesar di Asia Tenggara. Inilah yang membuat Kriza memiliki ide untuk membuat bir berbahan durian.

Buah durian memang sangat mudah ditemui di kawasan Asia Tenggara, beberapa negara menjadi penghasil durian dengan kualitas baik. Thailand, Indonesia, dan Filipina menjadi negara yang memiliki varian durian populer. 

Dilansir dari South China Morning Post, perempuan yang juga menjadi Instruktur Teknologi Pangan dan Sains itu telah meneliti kemungkinan bir berprobiotik untuk tesisnya saat mengejar gelar Master dalam ilmu pangan di Lousiana State University (LSU) pada 2017.

“Kita telah mengetahui bagaimana bagusnya probiotik untuk tubuh, tetapi makanan atau minuman yang memilikinya hanyalah yang berbahan dasar susu. Lalu saya berpikir, mengapa tidak bila bir memiliki kandungan probiotik tersebut? Hal ini bisa menjadi cara lain bagi mereka yang mungkin tidak toleran laktosa dan itu bisa menjadi pilihan yang lebih sehat bagi mereka yang ingin menikmati bir mereka,” ujar Kriza dilansir dari South China Morning Post.

Ketika Kriza menjalani studinya di LSU, Departemen Ilmu Pangan sedang meneliti produk yang dapat mendukung probiotik untuk memberikan manfaat termasuk pengobatan dan pencegahan masalah usus dan infeksi kulit.

Kriza Calumba crafted an ale and used durian to preserve the probiotic micro-organism lactobacillus. Photo: Handout
Kriza Calumba, peneliti asal Filipina yang meneliti bir berbahan durian. Sumber: South China Morning Post

“Saya telah mempelajari jika kulit durian memiliki kandungan yang bisa membantu mengembangkan bakteri bahkan di dalam minuman alkohol. Meski saya tak pernah makan durian, saya tahu jika provinsi kami adalah penghasil durian.” tambah Kriza.

Lebih lanjut sang peneliti berharap jika penemuannya bisa membantu perekonomian negaranya, sekaligus menjadi solusi pemanfaatan kulit durian yang jumlahnya hingga berton-ton. 

Selain itu Kriza juga menginginkan temuan birnya bisa menjadi pilihan minuman beralkohol yang lebih sehat. Hal ini didukung dengan beberapa penelitian yang mengungkapkan jika probiotik merupakan makanan sehat bagi yang bisa mencegah berbagai masalah kesehatan di perut.

“Untuk bakteri yang saya gunakan dalam tesis ini berasal dari Departemen Pertanian Amerika Serikat. Oleh karenanya jika saya menggunakan bahan lokal Filipina akan memiliki biaya yang lebih tinggi. Selanjutnya, saya ingin mempelajari kemungkinan untuk membuat bir ini dengan bahan-bahan lokal,” tandas Kriza.

Menindaklanjuti temuannya, Kriza telah mengajukan pendanaan kepada Universitas Filipina. Namun dengan adanya pandemi Covid-19, membuat pencairan dana tersebut mengalami penundaan hingga waktu yang belum ditentukan.

Kredit foto: Sky News