Pemerintah Buat Protokol Covid-19 Untuk Konser: Penonton Kelas Festival Hilang

Seiring berjalannya fase kenormalan baru, beberapa sektor industri yang terdampak karena virus corona kembali bersiap menjalankan roda perekonomian. Salah satunya adalah industri event yang berhenti total sejak pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia. Untuk membantu mereka yang terdampak, pemerintah telah menerbitkan protokol kesehatan di bidang ekonomi kreatif, khusunya untuk konser musik dan kegiatan lainnya yang berpotensi menghadirkan keramaian. Salah satu yang menarik dalam protokol tersebut, penonton kelas festival diminta untuk ditiadakan untuk mencegah penularan Covid-19.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menerbitkan protokol kesehatan Covid-19 di bidang ekonomi kreatif, yang didalamnya juga mengatur pelaksanaan konser musik. Salah satu poinnya Pada peraturan tersebut juga mengatur pelaksanaan konser musik di fase new normal. Salah satu poinnya menganjurkan untuk meniadakan penonton kelas festival.

Protokol tersebut tertuang pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). 

Sebelumnya dalam peraturan tersebut mengatur protokol kesehatan untuk jenis-jenis acara yang mengundang keramaian. Contohnya seperti penyelenggaraan seminar, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran. 

“Kegiatan ini berpotensi terjadinya penularan COVID-19 karena mengumpulkan orang dalam waktu dan tempat yang sama. Untuk itu perlu dilakukan upaya pencegahan penularan COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan,” bunyi salah satu poin dikutip dari Surat Keputusan Menteri Kesehatan.

Lebih jauh protokol yang dibuat Menteri Kesehatan itu mengatur pelaksanaan konser musik di fase kenormalan baru. Mulai dari pre-event di mana penyelenggara diminta untuk membatasi jumlah penonton yang hadir di venue acara, mewajibkan penyelenggara untuk menyebarkan informasi terkait protokol kesehatan kepada penonton selama acara berlangsung. Serta mengharuskan penjualan tiket secara online.

Seperti di awal tulisan, protokol ini juga menganjurkan penyelenggara untuk meniadakan kelas festival. Peraturan ini dibuat karena dengan adanya kelas festival dipandang sulit untuk menerapkan aturan jaga jarak (physical distancing).

“Tidak dianjurkan untuk menyelenggarakan event dengan model pengunjung/penonton berdiri (tidak disediakan tempat duduk) seperti kelas festival dikarenakan sulit menerapkan prinsip jaga jarak,” bunyi pernyataan di Surat Keputusan Menteri Kesehatan.

Selain membuat peraturan untuk penyelenggara event. Protokol kesehatan ini juga meminta para pengunjung untuk selalu menerapkan aturan jaga jarak dan mencuci tangan. Lebih jauh, pengunjung juga diminta untuk membawa hand sanitizer dan peralatan makan/minum sendiri.