Panen Kritik, Car Free Day Jakarta Kembali Ditiadakan

Kota Jakarta menjadi salah satu kota yang mengawali fase kenormalan baru di Indonesia. Beberapa pembatasan yang sempat diberlakukan beberapa bulan belakangan mulai dilonggarkan. Salah satunya adalah kegiatan Car Free Day (CFD) yang kembali diperbolehkan pada akhir pekan lalu. Namun kebijakan tersebut menuai kritik pedas dari masyarakat karena menciptakan kerumunan di kawasan Sudirman-Thamrin. Merespon hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya meniadakan kembali CFD sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya memutuskan untuk meniadakan sementara kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) dan car free day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin. Kebijakan ini diambil setelah mendapatkan kritik pedas dari masyarakat di media sosial. Warganet menyayangkan adanya kerumunan saat CFD kembali diberlakukan pada Minggu (21/6) lalu.

Dilansir dari detik.com, CFD di kawasan Sudirman-Thamrin akan kembali ditiadakan per tanggal 28 Juni 2020. Peniadaan ini akan diberlakukan sampai waktu yang belum ditentukan. 

Sebelumnya wacana pemberlakuan kembali kegiatan CFD Jakarta sempat diprediksi akan menimbulkan kerumunan. Beberapa imbauan telah keluarkan seperti pelarangan orang berjualan, mematuhi protokol kesehatan dan tak membawa anak dibawah usia 9 tahun. Namun imbauan ini pun masih dilanggar warga yang memadati kawasan Sudirman-Thamrin dan dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru penyebaran virus corona.

Potret kerumunan CFD Jakarta Minggu lalu. Sumber: twitter.com/g_hanafiah

Sebagai gantinya, Pemprov DKI Jakarta akan memindahkan kegiatan CFD ke 32 wilayah yang tersebar di 5 kotamadya. Pemindahan ini diharapkan bisa mencegah warga yang ingin datang ke Sudirman-Thamrin dan mengalihkannya ke wilayah-wilayah lain yang sudah ditentukan.

“Jadi untuk HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) di kawasan Sudirman-Thamrin ditiadakan. Kemudian, akan disebar di lima wilayah, kami sudah identifikasi ada 32 lokasi. Ada 7 lokasi yang memang ruitin digunakan sebagai HBKB wilayah, ditambah 25 ruas jalan yang juga akan dioptimalkan sebagai ruang publik bagi warga yang akan berolahraga,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dikutip dari detik.com.

Berikut 32 wilayah pengganti CFD Jakarta:

  • Kategori lokasi HBKB:

1. Jalan Suryo Pranoto
2. Sisi Danau Sunter Selatan
3. Jalan Gajah Mada
4. Jalan Hayam Wuruk
5. Jalan Pemuda
6. Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari
7. Jalan Percetakan Negara 2

  • Kategori lokasi jalan untuk olahraga:

1. Jalan Pejagalan Raya
2. Jalan Paseban Raya
3. Jalan Zamrud Raya
4. Jalan Pramuka Sari I
5. Jalan Danau Tondano
6. Jalan Amir Hamzah
7. Sisi Inspeksi Kali Sunter Rawa Badak Selatan
8. Jalan Kelapa Hibrida Sukapura
9. Jalan Pulau Maju Bersama
10. Jalan Benyamin Sueb
11. Jalan Arteri Pegangsaan Dua
12. Jalan RA Fadillah
13. Jalan Inspeksi Kanal Banjir Barat (KBT)
14. Jalan Raden Inten
15. Jalan Bina Marga
16. Jalan Sultan Iskandar Muda – Arteri Pondok Indah
17. Jalan Tebet Barat Dalam Raya
18. Jalan Kesehatan Raya
19. Jalan Cipete Raya
20. Jalan Puri Harum
21. Jalan Puri Ayu
22. Jalan Puri Elok
23. Jalan Puri Molek
24. Jalan Puri Ayu 1
25. Jalan Puri Molek 1