Nekat Mudik, Pria Ini Terpaksa Karantina Mandiri di Mobilnya Selama 7 Hari

Pandemi Covid-19 membuat mobilitas setiap orang menjadi terbatas. Untuk mencegah penularan virus yang lebih luas, pemerintah bahkan sampai harus melarang para warga untuk pulang ke kampung halaman. Masyarakat yang melanggar peraturan ini pun harus menerima konsekuensi atas perbuatannya. Seperti yang terjadi pada seorang pria di India bernama Madhaba Patra. Pria berusia 38 tahun itu terpaksa harus menjalani karantina di mobilnya karena nekat mudik ke kampung halaman. Ada ada saja.

Penyebaran virus corona yang masif membuat pemerintah membatasi pergerakan para warganya. Bahkan kegiatan luar ruang yang berpotensi mengundang keramaian terpaksa harus ditunda. Salah satu peraturan yang dibuat adalah melarang masyarakat untuk pulang ke kampung halaman. Masyarakat yang melanggar akan menanggung hukuman atau konsekuensi yang cukup berat. Seperti yang terjadi pada seorang pria asal India yang bernama Madhaba Patra, di mana Ia harus menjalani karantina mandiri di mobilnya selama 7 hari.

Dilansir dari Gulf News, pria berusia 38 tahun yang berasal dari Negara Bagian Odisha, India itu terpaksa menjalani karantina di dalam mobilnya setelah mengalami penolakan dari warga sekitar kediamannya. Sebelumya Patra dikabarkan telah menjalani karantina selama 14 hari di daerah Berhampur dan telah di tes negatif Covid-19.

Pria yang berprofesi sebagai Videographer itu dilaporkan telah melakukan perjalanan ke kota Bihar untuk keperluan pekerjaan pada 3 Mei lalu dan pulang tiga hari setelahnya. Sebelum tiba di Odisha, Patra mendaftarkan diri pada daftar penduduk yang kembali dan memberi tahu pihak berwenang tentang kepulangannya. Para petugas kemudian mengujinya dan mempersilahkannya untuk tinggal sementara di Berhampur.

Setelahnya pihak berwenang memberikan surat izin pulang untuk Patra. Ia pun bergegas pulang dengan mengendarai mobilnya. Namun sialnya, Patra tak menyadari bila warga di desanya akan memperlakukannya dengan ‘agresif’. Pasalnya ketika Patra sampai di rumah, para warga mendatanginya dan memintanya untuk tetap di rumah menjalani karantina. Patra pun menunjukkan surat izin dan hasil tes yang menyatakan bila dirinya negatif Covid-19. Namun semua itu tak cukup meyakinkan para warga yang mendatangi rumahnya.

Anggota keluarga Patra juga mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari para warga setempat. Ayahnya bahkan sempat mendapatkan intimidasi ketika sedang pergi ke pasar. Tak senang dengan perlakuan tersebut, Patra melapor kepada kepala desa setempat. Alih-alih membantunya, kepala desa malah menyarankan patra untuk tinggal di pusat karantina.

Keputusan ini membuat Patra tak punya pilihan lain untuk tinggal di pusat karantina. Ia pun akhirnya memilih untuk tetap tinggal di mobilnya yang terparkir di dekat pusat karantina. Kejadian ini kemudian menyebar luas di Facebook dan banyak ditanggapi masyarakat India.

Despite Testing Negative For COVID-19, A 30-YO Odisha Man Is Being ...
Potret Madhaba Putra yang Menjalani Karantina di Mobilnya. Sumber: India Times

“Ini adalah perlakuan yang tidak adil, seorang pria yang benar-benar sehat dipaksa untuk menghadapi risiko terinfeksi (Covid-19),” ujar seorang pengguna Facebook, Manohar Raghu.

“Orang-orang menunjukkan kebencian yang tak perlu belakangan ini. mereka bisa saja menyuruhnya (Patra) untuk tetap di rumah. Saya berharap pihak berwenang segera membantunya,” ujar pengguna Facebook lainnya, Anveer Kabir. 

Patra pun dilaporkan menghabiskan sebagian besar waktunya di mobil dan hanya keluar bila harus memakai toilet di pusat karantina.

Nah, kalau sudah begini masihkah Anda berani untuk mudik?