Minum Bir Dingin Tiap Sore, Kakek Ini Berumur Panjang Hingga 102 Tahun

Memiliki umur yang panjang bukanlah sebuah hal yang mustahil didapatkan seorang manusia. Salah satu contohnya adalah seorang kakek asal Amerika Serikat yang sampai tulisan ini dibuat sudah berumur 102 tahun. Bir dingin ternyata menjadi rahasianya memiliki umur panjang.

Kakek tersebut bernama Andrew E. Slavonic. Dia adalah seorang veteran Angkatan Udara Perang Dunia II dari Pittsburgh. Pada 1 Desember 2019 lalu dia merayakan ulang tahunnya yang ke-102 tahun. Kisah hidunya pun akhirnya viral dan banyak orang yang bertanya apa rahasia umur panjang dari dirinya.

Jawaban dari Andrew cukup mengagetkan. Kalau banyak orang yang coba mendapat umur panjang dengan mengonsumsi makan-makanan sehat dan rajin berolah raga, dirinya menjadi antitesis dari semua itu. Ia justru mengatakan umur panjangnya adalah hasil dari kebiasaannya minum bir dingin setiap sore.

“Saya bisa hanya duduk di sini dan minum bir sepanjang hari, itu seperti obat,” kata Andrew kepada CBS Denver.

Andrew menuturkan bahwa selama 15 tahun ia rutin minum bir bersama anaknya yang bernama Bob. Satu fakta yang dijelaskan juga adalah sejak muda hingga saat ini, dirinya tidak pernah merubah jenis bir yang dikonsumsi, dan selalu bir yang dingin. Sore hari setiap pukul 4, Andrew akan duduk santai sambil menikmati segelas bir.

Menurut Bob, anaknya, ayahnya termasuk orang yang sangat aktif meskipun usianya sudah tak muda lagi. “Dia bangun jam 8:30 pagi setiap hari, berpakaian, dan pergi ke dapur untuk memasak sarapannya sendiri. Setelah itu, dia membuat makan siang sendiri, lalu dia pergi ke kantor rumahnya dan membaca koran harian,” ujar Bob yang tinggal serumah dengan ayahnya.

“Setiap hari dia memberitahuku bahwa sekarang jam 4 sore dan itu saatnya untuk meminum bir kami,” tambahnya.

Bob juga menjelaskan kalau banyak orang yang tidak percaya jika umur ayahnya sudah 102 tahun dan mengira bahwa umur Andrew berkisar di angka 70-an.

Cerita soal kakek berumur 102 tahun yang gemar meminum bir dingin tiap sore ini ternyata terdengar oleh pihak produsen bir Coors. Sebagai hadiah, Andrew diundang untuk datang ke pabrik bir yang ada di Golden, Colorado. Di sana Andrew diajak tur keliling pabrik untuk melihat proses pembuatan bir yang ia nikmati setiap sore hari.

Umur panjang yang dimiliki Andrew mungkin menjadi contoh kasus yang jarang ditemukan. Tapi sebuah penelitian menunjukan hasil bahwa sebetulnya umur manusia semakin panjang. Studi itu bahkan menyatakan rentang usia maksimum manusia belum tercapai.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science itu menyatakan setelah usia 105 tahun, risiko kematian pada manusia cenderung menurun dalam beberapa kasus. Hasil itu didapat setelah peneliti menganalisis sebanyak 3.836 orang Italia yang berusia 105 tahun ke atas sepanjang tahun 2009-2015 lalu.

Penelitian itu mendemonstrasikan bahwa risiko kematian meningkat saat berusia 50 tahun. Saat kepala lima, risiko meninggal dunia tiga kali lebih tinggi dibanding saat berusia 30 tahun. Namun saat mencapai usia 105 tahun, risiko kematian relatif stabil sebesar 50 persen, yang berarti memiliki risiko hidup 50 persen di tahun berikutnya.

Panjang umur manusia diperkirakan bakal terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebelum abad ke-19, harapan hidup manusia rata-rata berfluktuasi antara 30 hingga 40 tahun. Kemajuan teknologi, obat-obatan, dan hal-hal lain mempunyai tingkat keberhasilan yang cukup untuk memperpanjang harapan hidup manusia.