Lelucon Memuakkan Tersebut Bernama Kartu Prakerja

Sejak virus corona mulai mewabah di tanah air. Masyarakat sesegera mungkin meminta solusi penanganan yang tepat dari pemerintah. Alasannya jelas, pandemi ini telah meluluhlantakkan perekonomian hanya dalam hitungan bulan. Pemerintah pun bukannya tanpa solusi, beberapa program telah digulirkan untuk meringankan kesulitan masyarakat. Salah satunya adalah Kartu Prakerja. Melalui program tersebut pemerintah menyasar penduduk berusia produktif yang sedang mencari kerja ataupun terkena pemutusan hubungan kerja. Sayangnya, niat program yang baik itu belum sampai pada fitrahnya. Sebaliknya program Kartu Prakerja malah mengundang kritik yang belum ada ujungnya.

Kartu Prakerja adalah salah satu dari sekian banyak program yang digulirkan pemerintah Indonesia untuk mengurangi dampak dari virus corona. Program tersebut menyasar penduduk berusia produktif yang sedang mencari kerja ataupun terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Melalui Kartu Prakerja, pemerintah memberikan insentif berupa uang yang bisa didapatkan peserta setelah mengikuti pelatihan online yang disediakan. Misi program Kartu Prakerja adalah mengembangkan kompetensi kerja bagi masyarakat yang ditargetkan.

Namun mulianya tujuan Kartu Prakerja nampaknya tak dibarengi dengan eksekusi yang matang di lapangan. Sejak program tersebut diluncurkan, kritik tak henti-hentinya datang dari masyarakat. Bentuk keluhannya pun beragam. Mulai dari proses seleksi peserta yang tak jelas parameternya, materi pelatihan yang serupa dengan tutorial di YouTube, hingga mahalnya harga materi pelatihan bila dibandingkan dengan jasa pelatihan lain.

Masalah seleksi peserta sebenarnya sudah banyak dicibir masyarakat sejak gelombang pertama Kartu Prakerja. Banyak dari mereka yang ingin mendaftar kesulitan mengakses laman resmi Kartu Prakerja lantaran penuh sesak. Tak berhenti sampai disitu, pemilihan peserta yang lolos juga tak diberikan parameter yang jelas. Bahkan pelaksana program Kartu Prakerja mengakui bila proses seleksi dilakukan secara acak.

Kritik terhadap program Kartu Prakerja juga ditujukan untuk materi pelatihan yang dianggap serupa dengan tutorial yang tersedia di YouTube. Beberapa materi seperti pelatihan bahasa Inggris dasar untuk pengemudi ojek online, pelatihan ujian CPNS, hingga tutorial menjahit masker anti corona tersedia di program Kartu Prakerja. Bila melihat deretan materi tersebut, jelas YouTube memiliki banyak konten yang serupa dan tentunya bisa diakses dengan gratis.

Bahkan beberapa hari yang lalu terkuak satu materi pelatihan Kartu Prakerja yang tidak masuk akal, yakni pelatihan instal ulang Windows 10 yang dibanderol sebesar 260 ribu rupiah. Ya, tutorial tersebut benar-benar ada di salah satu mitra resmi Kartu Prakerja.

Deretan masalah ini belumlah menjadi akhir dari polemik dari Kartu Prakerja. Satu kritik yang cukup keras adalah muncul situs pelatihan tandingan bernama prakerja.org. Laman ini muncul dengan menyediakan pelatihan online gratis. Bahkan materinya serupa dengan apa yang tersedia di Kartu Prakerja.

“Prakerja.org adalah bentuk kritik terhadap pemerintah terhadap program Kartu Prakerja,” bunyi pernyataan prakerja.org di laman resminya.

Program Kartu Prakerja sebenarnya bisa menjadi penyelamat generasi muda tanah air bila dikelola dengan tepat. Bila deretan masalah yang disebutkan tadi tak kunjung dibereskan, program bernilai triliyunan rupiah itu bisa menjadi lelucon memuakkan bagi masyarakat.