Legalitas Arak Bali, Bukti Indonesia Punya Minuman Keras Tradisional Berkualitas

Kala semesta Ibukota bermuram durja dengan terpaan isu banjir dan kenaikan air laut, Pulau Dewata Bali memberi kesan sebaliknya. Ceria nampak dari tebar senyum berseri beberapa masyarakatnya. Senyum yang berasal dari Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan Detilasi Khas Bali atau yang kerap diketahui dengan nama Arak Bali dan Brem Bali.

Indonesia memang tidak dikenal dengan budaya konsumsi alkoholnya. Namun, bangsa yang memiliki sejuta tradisi dan suku ini punya ragam minuman beralkohol khas yang tersebar di masing-masingnya. Terutama untuk beberapa suku di kawasan Timur Indonesia, banyak di antara suku-suku di belahan timur tanah air melibatkan minuman beralkohol pada ritual adat. Karena minuman keras khas daerah kerap kali dianggap sebagai simbol persatuan dan persaudaraan.

Ibaratnya Anda tidak perlu pergi ke Club maupun Bar Hipster demi menjalin silaturahmi tanpa batas, karena toh budaya ini sendiri sudah ada di negeri ini sedari dahulu kala. Jadi kalau kalian mau mabuk menggila dan maksimal, ya manfaatkan saja keberagaman kalcer nan cair serta lentur yang sudah ada sedari dulu kala ini. Tak perlu apa-apa selalu dikaitkan dengan asas perhipsteran senjakala Ibu Kota, sedikit sedikit konsistensi, sebentar sebentar pengakuan. Berak.

Arak, Tuak, Brem Bali sejatinya sudah diproduksi sejak ratusan tahun silam. Diperoleh dari estrak frementasi beras dan beras ketan yang melalui proses distilasi. Proses distilasi yang dilakukan secara tradisional dan dijaga erat hingga hari ini. Menghasilkan tiap tetes Arak, Tuak dan Brem Bali dengan cita rasa khas. Memiliki rasa halus, namun terasa cukup panas ketika memasuki rongga tenggorokan.

Tidak ada ketakutan lagi di mata para pedagang minuman keras khas Bali yang tadinya harus kucing-kucingan dengan aparat berwajib. Barang daganganya tidak lagi illegal, tiap tetesnya sekarang berharga dan direstui penuh pemerintah setempat. Tidak ada lagi sita-menyita, sogok-menyogok dan taktik selundup bawah tanah yang harus dipikirkan pada pengawal bulan. Para pedagang merdeka menawarkan komoditasnya ke setiap pelanggan, disertai dengan senyum lebar sebagai alat promosi sederhananya. Haleluya sangat untuk kemajuan peradaban yang menggembirakan ini.

Peraturan Gubernur ini resmi pula mengontrol proses pembuatan hingga standarisasi produk dan mutu. Selain itu, Pergub tersebut juga mengontrol cara penjualan Arak, Brem, Tuak dan Produk Artisanal lain kedalam bentuk koperasi daerah dalam rangka memudahkan pengawasan. Koperasi nantinya bertugas pula menjalankan fungsi promosi dan branding sekaligus pendanaan.

Legalitas Arak Bali tentunya membuka sejuta potensi usaha. Ladang usaha baru adalah yang paling nyata. Bentuk upaya nyata penyejahteraan masyarakat yang dilakukan dan pemberdayaan warisan adat. Arak Bali menyusul legalitas yang diberikan kepada Cap Tikus khas Manado yang mulai masif dipasarkan tahun lalu. Semoga ini menjadi awal kemampusan industri ekslusif.