Klub di Belanda ini Tawarkan Pengalaman Clubbing yang Aneh

Memasuki fase kenormalan baru atau yang kerap disebut dengan ‘the new normal’ membuat semua pelaku bisnis mempersiapkan diri. Tak terkecuali mereka yang berbisnis di ranah hiburan malam. Masa pandemi membuat banyak klub tak bisa beroperasi dan mengalami kerugian yang tak sedikit. Maka ketika fase new normal mulai digaungkan, banyak klub yang sudah mempersiapkan diri untuk Kembali beroperasi dengan beberapa pembatasan. Seperti yang terjadi di sebuah klub yang berlokasi di Belanda. Klub tersebut menawarkan pengalaman party yang agak aneh, yakni mempersilahkan para pengunjung berajojing ria di masing-masing kursi yang telah di beri jarak.

Sebuah klub malam di Belanda telah memulai kembali operasionalnya di fase the new normal. Satu hal yang menarik, klub bernama Doornroosje itu melakukan penyesuaian dengan protokol kesehatan yang ditetapkan selama Covid-19. Klub malam yang berlokasi di kota Nijmegen, Belanda itu mengharuskan para pengunjung berdansa di kursi yang telah disediakan.

Doornroosje sendiri telah kembali membuka klubnya pada minggu lalu setelah tutup karena pandemi Covid-19. Dilansir dari Insider, klub itu membuat protokol khusus untuk para pengunjung di mana mereka yang datang harus duduk di kursi yang telah diberi jarak sejauh 5 kaki (1,5 meter). Selama bulan Juni, Doornroosje hanya memperbolehkan sebanyak 30 pengunjung untuk masuk ke dalam klub. Protokol tersebut mengikuti anjuran dari otoritas kesehatan setempat.

Pada hari pertama pembukaannya, Doornroosje melangsungkan acara dengan dihadiri oleh 8 DJ (disc jockey) dan musisi, di mana setiap penampil diberi waktu selama 20 menit. Pada event ini, pihak klub menjual tiket dengan tarif sebesar 10 euro atau sekitar 160 ribu rupiah. Tiket event itu dijual untuk pembelian secara individu.

“Untuk kami, acara ini adalah tentang bagaimana kami membawa para penampil dan pengunjung bergabung kembali. Tujuannya untuk membuat mereka kembali bahagia dengan acara pertunjukkan musik. Acara tersebut adalah tanda bagaimana caranya para pelaku industri hiburan malam untuk kembali berjalan di fase new normal,” ujar Koos Hornman, Manajer Pemasaran dari Doornroosje dikutip dari Insider.

Sebenarnya pihak Doornroosje menghendaki para pengunjung untuk tetap berdansa seperti biasanya dengan menjaga jarak. Tetapi pemerintah setempat meminta klub agar mengatur kursi-kursi di lantai dansa. Kemudian, Doornroosje juga mengubah jam operasionalnya yang semula buka di malam hari menjadi beroperasi di siang hari.

“Pengaturan untuk berdansa sambil duduk memang terlihat aneh. Tetapi, para pengunjung benar-benar menikmatinya dan bisa merasakan atmosfer klub dan alunan musik yang ada,” tambah Hornman.