Wabah virus corona menyeruak cepat ke segala penjuru tanah air. Menurunnya daya tahan tubuh di peralihan musim, tingkat polutan tingg, serta ketidaksadaran pentingnya check-up kesehatan agaknya jadi impuls yang membuat virus ini menyebar dengan cepat. Kini, per jam 12 siang 11 Maret, korban positif yang terjangkit virus pernafasan itu naik ke angka 27 orang. Salah satu yang jadi sorotan kini ada di member pusat kebugaran F45, yang berlokasi di pusat pergaulan Senopati Jakarta Selatan.

Belum hilang di ingatan gemparnya berita dua warga Depok terinfeksi pada awal bulan ini. Kasus ini bak mematik sirine bahwa Corona telah masuk ke bumi pertiwi sejak Februari lalu. Pemerintah pun bergerak cepat, aksi siap tanggap segera digalakan. Pendeteksian suhu tubuh di fasilitas umum, pengecekan kesehatan berkala, hingga sosialisasi pentingnya cuci tangan merupakan contohnya. Sementara itu masyarakat dihimbau untuk tidak panik merespon pandemik dunia ini.

Terbaru, satu per satu korban pun kian terdeteksi hingga per 11 Maret total 27 orang positif terjangkit. Masing-masingnya harus dirumahkan sementara di RSPI Yulianti Saroso, Jakarta Utara dan diberi kode nama 01 sampai 027.

Sementara pasien dengan kode 01 dan 02 jadi sorotan. Keduanya diketahui merupakan member di pusat kebugaran F45 Senopati sejak 16 – 25 Februari 2020 lalu. Tindakan cepat pun diambil pihak terkait dan manajemen F45. Tracking dilakukan pada beberapa orang yang sempat satu sesi dengan korban positif dengan cepat.

Di satu sisi, respon tepat pun cepat langsung digalakan oleh F45 Senopati. Tempat fitness tersebut ditutup per 8 Maret, di mana mereka mengambil langkah yang tepat, yakni pembersihan dan penyemprotan disinfektan ke setiap sudut gedung. Pada 9 Maret, F45 Senopati kembali beroperasi, namun tetap dalam langkah preventif pembersihan. Di antaranya, penyemprotan disinfektan secara berkala di awal dan akhir sesi, pembatasan member per sesi dan jeda antar sesi direnggangkan untuk menjamin kebersihan dan ke sterilan alat. Tidak lupa cairan handsanitizer disediakan bagi para member. Kami mengetahuinya melalui saluran telepon, di mana salah satu awak Vantage bertanya-tanya kepada sang resepsionis, perihal salah satu membernya yang terkena Corona, dan gerak lanjut dari pihak F45 sendiri. Sebuah tindakan yang patut diacungi jempol atas kedisiplinannya dalam menjawab keresahan yang timbul, F 45 Senopati pun menyatakan tempatnya aman.

Keputusan yang diambil F 45 nampaknya dapat menjadi panutan dalam merespon pandemik corona di tempat kerja, kantor dan bangunan sarat aktivitas. Tindakan preventif pembersihan dan kerjasama dengan pihak dinas kesehatan adalah kunci yang tepat dilakukan, sementara menjaga pikiran untuk tetap tenang adalah pondasi dari semuanya.