Pesona Netflix Tak Mampu dihindari Ketua KPI

Netflix memang menawarkan sejuta hiburan menarik melalui sajian film dan serial yang memiliki kualitas wahid. Di Indonesia layanan on demand yang satu ini sempat menuai kehebohan saat diblokir peredarannya oleh pemerintah. Bahkan konten milik Netflix rencananya akan diawasi oleh lembaga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Namun bagaimana pun, konten Netflix tetap menarik bagi para penikmatnya. Tak terkecuali Ketua KPI sekalipun yang juga berlangganan layanan on demand asal Amerika Serikat ini.

Netizen tentu belum lupa dengan rencana Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)untuk mengawasi konten dari media baru seperti YouTube dan Netflix. Sang ketua, Agung Suprio menjadi sosok yang pertama kali menyampaikan rencana ini ke publik. Sebagai Informasi, Agung baru saja dilantik sebagai ketua KPI pada Agustus 2019 lalu. Setelah pernyataannya, nama Agung dan KPI menjadi sasaran amukan netizen. Sampai-sampai masyarakat melakukan demo di kantor KPI terkait wacana pengawasan konten Netflix dan media baru lainnya.

Puncaknya saat masyarakat membuat petisi penolakan wacana pengawasan konten media baru seperti Netflix dan YouTube. Petisi ini mendapatkan dukungan lebih dari 75 ribu orang. KPI beralasan bahwa pengawasan konten media baru ini diperlukan karena konten yang ada di Netflix dan YouTube bisa diakses kapan saja, oleh siapa dan dimana saja. Beda halnya dengan media konvensional yang jam tayangnya telah diatur peruntukkannya.

Meski begitu, upaya KPI untuk mengawasi konten di media baru masih terganjal regulasi. Selama ini KPI hanya memiliki kewenangan untuk mengawasi media konvensional saja. Seperti yang tertera pada Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran.

Lima bulan berlalu, Ketua KPI Agung Suprio mengakui jika dirinya berlangganan Netflix. Dikutip dari detik.com, Agung menceritakan terkait fungsi KPI di dunia penyiaran dan menjelaskan perkiraan  pelanggan Netflix di tanah air.

“Tadi jumlah 480 ribu, hampir satu juta pelanggan termasuk saya berlangganan Netflix,” ucap Agung mengakui dirinya berlangganan Netflix pada diskusi bertajuk “Polemik Netflix: Antara Bisnis, Regulasi, dan Norma Sosial” di Jakarta, Kamis 16 Januari lalu.