Membayangkan Bila Pemerintah Memanfaatkan Dana Rp 168 Miliar dengan Tepat

Pemerintah terus melakukan gebrakan untuk menurunkan kurva Covid-19 di Indonesia. Terbaru, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) baru saja menggelar lomba pembuatan video inovasi video new normal. Namun lomba tersebut menimbulkan kontroversi karena menggunakan dana sebesar Rp 168 Miliar kepada pemerintah daerah yang menang. Kebijakan ini dinilai menghamburkan uang ditengah kesulitan ekonomi akibat pandemi. 

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu memunculkan ide untuk menggelar lomba video inovasi kenormalan baru untuk pemerintah daerah. Untuk menyemangati para peserta, Kemendagri mengeluarkan dana sebesar Rp 168 Miliar kepada para pemenang lomba. Belakangan kebijakan ini menuai polemik karena menggunakan dana yang teramat besar untuk hal yang kurang penting.

Dikutip dari Tirto.id, peserta yang mengikuti lomba tersebut mencapai 2.517 video dari 34 provinsi, 403 kabupaten/kota dan 23 kabupaten tertinggal. Seluruh video yang dilombakan akan dinilai oleh beberapa instansi yakni Kemendagri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, Kementerian Perdagangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Perlombaan video tersebut terbagi ke dalam tujuh sektor di empat klaster (provinsi, kota, kabupaten, dan kabupaten tertinggal). Ketujuh sektor itu adalah pasar tradisional, pasar modern, restoran, mode, pelayanan terpadu satu pintu, tempat wisata, dan transportasi umum.Pemenang yang terpilih oleh dewan juri mendapatkan hadiah masing-masing Rp 3 miliar (pemenang pertama), Rp 2 miliar (pemenang kedua), Rp 1 miliar (pemenang ketiga). Para pemenang telah diumumkan pada Senin (22/6) lalu.

Lomba video ini seketika mendapatkan banyak kritik dari berbagai kalangan. Mereka menilai bahwa semestinya dana sebesar itu bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih mendesak. Mengingat masa pandemi telah membuat pengeluaran bertambah untuk menekan dampak yang ditimbulkan.

Kesulitan ekonomi jelas dirasakan masyarakat di masa sekarang ini. Banyaknya yang mengalami pengurangan pemasukan dan kehilangan pekerjaan jelas menambah beban berat pemerintah. Selain itu, masalah kesehatan juga semakin pelik karena terus bertambahnya pasien Covid-19 dan penyakit lainnya. 

Bila boleh berandai-andai, sebenarnya dana sebesar Rp 168 miliar tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat. Bisa saja pemerintah menyelenggarakan tes Covid-19 gratis bagi masyarakat. Melihat mahalnya tarif yang dipatok untuk tes virus corona, jelas dana Rp 168 Miliar bisa dipakai untuk mereka yang kesulitan biaya dan memerlukan tes Covid-19.

Selain itu, hal yang bisa dilakukan pemerintah lainnya adalah memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan belum terarahnya bantuan yang selama ini diberikan, Dana sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk menambah jumlah stimulus untuk masyarakat yang mengalami himpitan ekonomi.

Kini kita sebagai warga negara yang baik hanya bisa berharap kepada pembuat kebijakan agar mengambil keputusan yang tepat kedepannya. Sebelum lomba video yang diadakan Kemendagri, beberapa kali kebijakan yang diambil dirasa kurang tepat dalam menangani virus corona. Salah satunya adalah diadakannya acara seremonial oleh Kementerian Kesehatan yang merayakan kesembuhan pasien virus Corona no.1, 2, dan 3.

Atau jangan lupakan acara penggalangan dana yang diselenggarakan Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) tanpa mematuhi aturan jaga jarak. Sudah cukup rasanya pemangku kebijakan membuat gebrakan yang sebenarnya tak perlu. Jadilah lomba video inovasi sebagai kebijakan ajaib terakhir pemerintah. Semoga saja.

Kredit foto: Medcom.id