Keinginan Orang Rusia Mengkonsumsi Alkohol Turun 43%

Konon, semua orang Rusia adalah peminum Vodka. Banyak orang di sana yang percaya bahwa vodka lebih sehat daripada minuman beralkohol lainnya, seperti wiski dan cognac. Beberapa dokter bahkan menegaskan kembali kepercayaan ini. Intinya tetap sama, alkohol dan orang Rusia merupakan sahabat yang setia. Tapi bagaimana bisa keinginan orang Rusia untuk minum alkohol jadi menurun?

Dikutip dari Russia Beyond, menurut pakar biologi Svetlana Borinskaya, alasan orang Rusia suka minum alkohol karena faktor gen. Tubuh orang Rusia, seperti tubuh orang Eropa lainnya, menyerap asetaldehida (senyawa organik yang menyebabkan mabuk) dengan lambat. Sementara, tubuh orang Asia lebih cepat menyerap zat ini sehingga mereka tidak dapat minum alkohol terlalu banyak. “Gen memang tidak membuat orang Rusia suka minum, tapi gen mengizinkan mereka melakukannya,” terang Borinskaya.

Alasan lainnya adalah peraturan negara mengenai konsumsi alkohol. Menurut sejarawan Alexander Pidzhakov, pada abad ke-16 dan ke-17, para tsar memperkenalkan sistem kedai minuman milik negara. Pemilik kedai harus menyetor sejumlah uang pada negara — terlepas dari berapa banyak vodka dan anggur yang terjual — untuk kemudian mendapatkan bantuan negara supaya dapat menjual alkohol sebanyak mungkin. Pemerintah mendapatkan keuntungan yang besar dari penjualan alkohol, sementara masyarakat nya semakin terbiasa meminum minuman ini.

Terlepas dari sejarahnya, sekarang diketahui jika konsumsi alkohol di Rusia turun hingga 43%. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, penurunan itu sebenarnya terjadi sejak tahun 2003. Dari penelitian, penurunan konsumsi juga didorong oleh menurunnya permintaan alkohol illegal.

“Penurunan tajam dalam mengkonsumsi alkohol pabrik rumahan, hasil selundupan, atau produksi alkohol ilegal di negara itu dikarenakan pemerintah mengadopsi kebijakan pengendalian alkohol berbasis bukti,” ujar Carina Ferreira-Borges dari WHO.

Penelitian WHO sebelumnya menunjukkan orang dewasa di Rusia sekarang lebih sedikit meminum alkohol daripada orang dewasa yang ada di Jerman dan Prancis.

Vladimir Putin, Presiden Rusia saat ini mungkin juga punya andil untuk menurunkan konsumi alkohol di Negeri Beruang Putih tersebut. Pasalnya, ia mendorong masyarakat nya untuk menjalani gaya hidup sehat. Ajaibnya, langkah-langkah positif itu menghasillkan harapan hidup lebih panjang, yang meningkat di tahun 2018 lalu menjadi 68 tahun untuk pria dan 78 tahun untuk wanita. Pada awal tahun 1990-an, harapan hidup pria hanya mencapai usia 57 tahun.