Kala Cap Tikus Disulap Menjadi Hand Sanitizer

Ketika pandemi Covid-19 menyerang di awal tahun kemarin, hand sanitizer sempat menjadi komoditi yang paling dicari masyarakat. Ketakutan terkena virus membuat cairan yang satu ini amat dibutuhkan. Sempat langka dipasaran, membuat banyak orang berinovasi untuk membuat hand sanitizer sendiri. Mulai dari bahan kimia hingga alami menjadi racikan pembuat cairan pembersih tangan. Kini dari kota Gorontalo, muncul sebuah inovasi untuk membuat hand sanitizer. Tak tanggung-tanggung, minuman legendaris ‘Cap Tikus’ menjadi bahan utamanya.

Pandemi Covid-19 memaksa banyak umat manusia untuk lebih kreatif. Seperti yang dilakukan oleh Polda Gorontalo kala menyulap ribuan liter minuman Cap Tikus sitaan menjadi hand sanitizer yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Inovasi inipun tak menjadi ide liar semata karerna hand sanitizer berbahan Cap Tikus itu diproduksi bersama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo.

“Ini kita produksi dan kita bagikan kepada seluruh masyarakat, agar tidak terkena Covid-19 Mudah-mudahan ini bisa mengurangi penyebaran Covid-19 di Gorontalo dan kita akan membagikannya bersama masker setiap hari kepada masyarakat,” ujar Kapolda Gorontalo, Inspektur Jenderal Adnas dilansir dari CNN.

Pembagian hand sanitizer gratis ini menjadi upaya lanjutan dari Polda Gorontalo untuk melawan Covid-19 setelah setiap harinya melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat setempat untuk terus menaati protokol kesehatan.

“Kita akan melakukan razia di pasar, pusat keramaian dan jalanan. Kita bagikan masker dan hand sanitizer agar masyarakat hidup bersih dan terhindar dari Covid-19,” tambah Adnas.

Sampai saat ini Polda Gorontalo bersama BPOM Provinsi Gorontalo telah berhasil memproduksi sebanyak 10.000 botol hand sanitizer berbahan Cap Tikus. Produksinya sendiri dilakukan di SPN Polda Gorontalo, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo.

“Kami dari BPOM untuk mengawasi mutunya agar hand sanitizer  ini sesuai standar mutu bagi masyarakat. Jadi BPOM membantu dari segi pengujian kadar serta kesesuaian standar agar kadar alkohol sesuai standar yang dipersyaratkan dan dapat berfungsi efektif yakni mematikan bakteri atau virus namun tidak menyebabkan iritasi pada kulit, ujar Yudi Noviandi selaku Kepada BPOM Provinsi Gorontalo.

Inovasi hand sanitizer  berbahan Cap Tikus ini kontribusi lanjutan minuman beralkohol lokal untuk penanganan virus corona. Sebelumnya Arak Bali diklaim mampu menyembuhkan pasien positif Covid-19 tanpa gejala atau asimptomatik.

Arak Bali menjadi bagian dari pengobatan tradisional khas pulau Dewata (usada) di mana yang telah diujikan kepada ratusan orang positif Covid-19 yang dikarantina. Gubernur Bali, I Wayan Koster mengklaim bila terapi ini mampu menyembuhkan pasien positif Covid-19 dengan tingkat kesembuhan mencapai 80 persen.