Pengadilan di Jerman Memutuskan Mabuk Alkohol Sebagai Salah Satu Jenis Penyakit

Menurut Wikipedia, Mabuk, dalam pengertian umum, adalah keadaan keracunan karena konsumsi alkohol sampai kondisi di mana terjadi penurunan kemampuan mental dan fisik. Gejala umum antara lain bicara tidak jelas, keseimbangan kacau, koordinasi buruk, muka semburat, mata merah, dan kelakuan-kelakuan aneh lainnya. Seorang yang terbiasa mabuk kadang disebut sebagai seorang alkoholik, atau “pemabuk”. Namun jika dikaji secara mendalam dalam ilmu filsafat dan agama, mabuk berarti tidak mengerti apa yang dikerjakan namun dalam keadaan sadar. Di Jerman, sebuah pengadilan memutuskan mabuk sebagai salah satu jenis penyakit.

Dikutip dari AFP, hal itu diputuskan dalam rangka usaha penyelasaian melawan produsen minuman anti-mabuk. Kejutannya, keputusan itu dikeluarkan beberapa hari setelah Oktoberfest, sebuah festival bir tahunan yang digelar di Munich.

Produsen minuman anti-mabuk tersebut dituduh telah membuat minuman kesehatan illegal yang diklaim tidak akan menimbulkan efek mabuk pada orang yang meminumnya. Pengadilan menyebutkan bahwa perubahan kecil atau sementara dari keadaan normal tubuh masuk ke dalam kategori penyakit. Salah satunya adalah mabuk akibat mengonsumsi alkohol.

“Produk makanan dan minuman tak bisa menjadikan informasi mencegah atau mengatasi penyakit sebagai cara untuk menarik konsumen,” ujar pengadilan.

Ada beberapa tahapan yang terjadi ketika seseorang mabuk alkohol. Diantaranya:

Rileks

Orang yang baru menenggak satu gelas miras dalam satu jam biasanya akan merasakan sensasi ketenangan atau rileks. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat alkohol dalam darah (BAC) yang masih sedikit, yaitu berkisar 0,01 sampai 0,05 persen.

Di tahap ini, para peminum alkohol masih terlihat normal dan bisa beraktivitas seperti biasanya. Sering kali sensasi rileks dan enteng inilah yang memicu kita untuk menenggak lebih banyak lagi alkohol. Hal ini tentu bertujuan supaya ia mendapatkan sensasi yang lebih intens, sesuai yang diharapkan.

Euforia

Seseorang akan mulai merasakan sensasi euforia, nge-fly, atau bahagia berlebihan setelah menenggak 2 sampai 3 gelas untuk pria atau 1 sampai 2 gelas untuk wanita dalam satu jam. Biasanya, kadar BAC-nya mulai bertambah, yaitu sekitar 0,03 sampai 0,12 persen.

Orang yang mengalami mabuk alkohol ringan cenderung banyak bicara dan makin percaya diri di depan orang banyak. Mereka bahkan berani mengambil risiko dan tidak malu saat bertindak di luar batas meski dalam kondisi sadar.

Mabuk Berat

Seseorang dapat dikatakan mabuk alkohol setelah ia menenggak 3 sampai 5 gelas alkohol untuk pria, dan 2 sampai 4 gelas alkohol untuk wanita dalam satu jam. Ini terjadi karena hati (liver) sudah tidak bisa lagi memproduksi enzim alkohol dehidrogenase untuk mengubah alkohol menjadi asetaldehida.

Secara perlahan, seseorang itu juga akan mulai hilang konsentrasi dan sulit mengingat semua hal yang terjadi sebelumnya. Pandangan tampak kabur, terasa mudah lelah, hingga mengantuk. Hal ini dipengaruhi oleh kadar BAC dalam darah yang mencapai 0,09 sampai 0,25 persen.

Dengan dinyatakan sebagai ‘penyakit’ berarti orang-orang harus memahami konsekuensi gangguan pada tubuh setelah mengkonsumsi minuman beralkohol. Mencakup rasa mual, kelelahan, pandangan kabur, dan sakit kepala.

Faktanya, para dokter sejak lama memakai istilah medis ‘veisalgia’ sebagai penyakit yang disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol. Dari penjelasan situs kesehatan MedScape, secara spesifik, veisalgia disebutkan terjadi pada pagi hari setelah seseorang mengonsumsi minuman beralkohol pada malam hari sebelumnya.