Inilah Negara Yang Paling Gemar Mabuk di Dunia

Inggris menjadi negara yang paling gemar mabuk di dunia dibandingkan negara lain di dunia, sampai-sampai banyak orang menjadikannya alasan untuk menghabiskan waktu di malam hari.

Global Drug Survey mengeluarkan rilis hasil penelitian terkait negara-negara paling suka mabuk di dunia. Hasilnya menunjukkan bahwa Inggris menjadi negara yang paling gemar mabuk dibanding negara-negara lain. Orang Inggris dilaporkan mabuk dengan rata-rata 51 kali dalam setahun, yang artinya hampir sekali per minggu.

Bila dirata-rata secara global, setiap orang yang disurvei menyatakan bahwa mereka mabuk sebanyak 33 kali selama setahun. Khusus di Amerika Serikat, sebanyak 50 kali dan 48 kali di Kanada. Sedangkan negara dengan angka mabuk paling rendah diraih oleh Chili dengan 16 kali per tahun.

Penelitian yang berbasis di London ini telah melakukan survey dengan 5.400 orang dari Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Selain itu mereka juga melibatkan lebih dari 120.000 orang secara global pada periode 29 Oktober sampai 30 Desember tahun lalu.

Pendiri Global Drug Survey, Adam Winstock menyatakan bahwa orang Inggris terlalu banyak minum, sampai menjadikan mabuk sebagai alasan untuk menghabiskan waktunya di malam hari.

Merespon hal ini, ia pun menyarankan untuk meninggalkan mabuk sebagai kebiasaan karena berdampak negatif bagi kesehatan.

“Sampai perubahan budaya dan kami menjadi lebih “Eropa” dan mengurangi budaya minum kita. Kita mungkin harus menasihati orang lain untuk mengurangi mabuk. Hal itu membawa risiko cedera dan membahayakan kesehatan. Kita juga mulai menyoroti risiko pada tingkat minum yang dirasa melebihi batas aman,” Ucap Winstock.

Survei juga menunjukkan Inggris berada di urutan kedua setelah Australia sebagai negara yang peminumnya mencari perawatan darurat setelah penggunaan alkohol dalam 12 bulan terakhir dengan 3,7% responden.

Ada temuan menarik dalam survei ini yang menunjukkan bahwa wanita lebih merasa menyesal setelah minum alkohol dibandingkan pria. Di Jerman, wanita berumur diatas 25 tahun lebih memperhatikan aktivitas minumnya.

Statistik di Inggris menunjukkan sebanyak 7.697 orang meninggal karena alkohol pada 2017. Rata-rata kematian juga mengalami kenaikan pesat sejak 2008 dengan 12,2 kematian per 100.000 orang. Rentang usia 45-54 di Inggris menjadi umur dengan presentasi kematian yang mengalami peningkatan antara 1993 sampai 2017.