Hasil Riset Menyatakan Bila Indonesia Adalah Negara Paling Religius di Dunia

Hubungan agama dan kehidupan telah menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Apakah tinggi tingkat kereligiusan atau pentingnya Tuhan dan ibadah berbanding lurus dengan baiknya seseorang? Atau sebaliknya ketika tidak mempercayai Tuhan tidak begitu berpengaruh untuk kehidupan sorang manusia? Beberapa pertanyaan itu menjadi objek penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center. Hasilnya menempatkan Indonesia sebagai negara yang paling religius di dunia.

Sebuah survei yang dipublikasikan oleh Pew Research Center pada pekan lalu menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kereligiusan paling tinggi sedunia. Survei tersebut meneliti hubungan antara kepercayaan pada Tuhan dan moralitas seseorang. Survei itu pada hasilnya juga menunjukkan kesenjangan besar atas kepercayaan pada Tuhan antara negara-negara yang relatif kaya dan miskin.

Survei dengan tajuk ‘The Global God Divide’ itu telah melibatkan 38.426 responden yang tersebar di 34 negara pada 2019 lalu. Dalam negara-negara tersebut, rata-rata 45% mengatakan perlu percaya pada Tuhan untuk bermoral dan memiliki nilai-nilai yang baik. Selain itu 62 persen responden merasa Tuhan, agama, dan ibadah berperan penting di hidup mereka.

Namun pada jawaban tersebut terdapat perbedaan mencolok antara negara yang maju dan berkembang dalam pengertian kepercayaan pada Tuhan untuk bermoral dan memiliki nilai yang baik.

Masyarakat di negara berkembang yang terlibat dalam survei ini cenderung lebih religius dan lebih cenderung menganggap agama penting dalam kehidupan mereka. Sedangkan mereka yang hidup di negara maju cenderung lebih kecil untuk mempercayai Tuhan untuk memiliki kehidupan yang baik.

Misalnya, di negara-negara Eropa Barat yang terlibat di survei ini rata-rata 22 persen mempercayai Tuhan sangat erat kaitannya dengan moral. Sedangkan negara di Eropa Timur memiliki tingkat kepercayaan pada Tuhan dengan rata-rata 33 persen.

Menariknya dalam Survei ini, Indonesia menempati persentase tinggi dalam kepercayaan pada Tuhan dan memiliki nilai/-nilai yang baik dengan nilai 96. Angka ini juga setara dengan Filipina. India juga memiliki perolehan yang tinggi sebesar 79 persen.

Dalam penelitian tersebut juga disebutkan bila tingkat pendapatan ikut berpengaruh dalam kepercayaan pada Tuhan untuk memiliki moral dan nilai-nilai yang baik. Responden yang tinggal di negara dengan tingkat pendapatan rendah akan cenderung memiliki tingkat kereligiusan tinggi sedangkan mereka yang tinggal di negara maju memiliki kecenderungan sebaliknya.

Sebagai contoh di Kenya, negara dengan tingkat pendapatan rendah di survei itu respondennya memiliki kecenderungan tinggi dalam mempercayai Tuhan dengan perolehan 95 persen. Sedangkan Swedia, negara dengan tingkat pendapatan tertinggi, hanya 9 persen responden yang menyatakan jika kepercayan pada Tuhan diperlukan agar bermoral.

Tingkat pendidikan pun dalam survei ini ikut berpengaruh dalam kepercayaan pada Tuhan. Disebutkan jika negara Eropa dan Amerika Utara yang dengan tingkat pendidikan tinggi cenderung memiliki tingkat kereligiusan yang rendah. Hal ini serupa dengan tingkat pendapatan karena ada hubungan erat antara tingkat pendidikan dan pendapatan.