Fenomena Lain Kala Pandemi: Perlengkapan Seks Laku Keras!

Mewabahnya virus corona secara tiba-tiba mengakibatkan banyak orang tak siap untuk menghadapinya. Akibatnya terjadi fenomena panic buying di mana bahan-bahan pokok banyak diborong masyarakat. Rupanya tak hanya kebutuhan sehari-hari yang banyak dibeli, ternyata peralatan seks juga laris manis diborong.

Kewajiban untuk tetap tinggal di rumah sepertinya telah menimbulkan kebosanan yang cukup akut. Berbagai aktivitas pun telah dilakukan untuk membunuh rasa jenuh yang menghantui, tak terkecuali seks. Dilansir dari Daily Star, produsen pakaian dalam asal Inggris, Ann Summer menyatakan bahwa penjualan perlengkapan seks (sex toys) mengalami peningkatan signifikan sebesar 27 persen selama minggu terakhir bulan Maret kemarin.

Di Kolombia, penjualan sex toys juga mengalami peningkatan tajam yang mirip dengan gejala panic buying. Salah satu pemiliki gerai penjual perlengkapan seks, Gerson Monje memamerkan toko miliknya yang menjual habis sex toys kepada warga setempat.

“Lihat, semua barang diberi tulisan ‘sold out’. Angka peningkatannya (penjualan) sampai 50 persen,” ujar Monje sambil menunjukkan situs toko online miliknya.

Seperti yang diketahui, Kolombia memang sedang menerapkan kebijakan lockdown selama lima minggu berturut-turut guna memerangi pandemi virus Covid-19. Hal inilah yang menjadi penyebab utama mengapa penjualan sex toys di negara itu mengalami peningkatan yang sangat tajam.

“Penjualan mulai meningkat di hari keempat karantina,” tambah Monje yang masih memiliki produk yang siap dikirimkan kepada pemesan.

Selain toko yang dimiliki Gerson Monje, enam toko online sex toys lain di Kolombia juga mengatakan bahwa mereka mengalami peningkatan penjualan sejak kebijakan karantina diberlakukan. 

Psikolog asal Kolombia, Dr. Carolina Guzman berpendapat jika penggunaan perlengkapan seks bisa berdampak positif untuk membantu orang agar tetap semangat menjalani masa karantina. Selain itu juga bisa bermanfaat untuk menghindari frustrasi secara seksual.

“Kolombia memiliki pemikiran yang konservatif mengenai seksualitas dan perbincangan di sekitar hal itu,” ucap Guzman.

“Ini adalah waktu yang baik untuk orang-orang untuk menjawab rasa ingin tahunya dan mengerti bahwa menggunakan produk tersebut (sex toys) adalah hal yang baik,” tambah Guzman.