Atomik, Vodka Khas Ukraina Produksi Tanah Chernobyl

Kengerian detik-detik meledaknya reaktor nuklir pembangkit listrik Chernobyl tersirat jelas dalam serial-film berjudul sama keluaran HBO. Di malam itu, 26 April 1986 tepat pukul 01:23 (UTC+3) kota Pripyat yang terletak di Barat Uni Soviet sejatinya sudah berubah menjadi kawah radioaktif. Isotop radioaktif tersebar ke atmosfer dengan jumlah yang cukup mematikan untuk makhluk hidup. Alarm berdenging nyaring, evakuasi ratusan ribu manusia harus dilakukan. Total hingga 500.000 pekerja dikerahkan untuk membantu.

Hingga saat ini, kota Pripyat yang masuk dalam wilayah Ukraina masih di tutup rapat dan menjadi zona eksklusi. Terlarang untuk ditempati hingga waktu yang belum ditentukan. Tanah, air, tumbuhan bahkan benda-benda yang ada di kota hantu itu masih memiliki kadar radioaktif tinggi. Bencana nuklir terburuk sepanjang sejarah peradaban dunia dengan nilai tertinggi pada skala level 7 — skala bencana nuklir Intenasional. Ini juga yang mungkin menjadi salah satu alasan kejatuhan sang negara adidaya komunis Uni Soviet.

Kini 33 tahun berselang setelah malam mencekam tersebut, Chenobyl masih menjadi zona eksklusi yang tidak memungkinkan orang-orang kurang berkepentingan untuk memasuki kawasan tersebut. Namun, Agustus lalu para peneliti dari Inggris membantah itu semua lewat penemuan Vodka tradisional yang gandumnya (bahan baku) di tanam langsung dari tanah Pripyat. Hebatnya, para ilmuan Inggris tersebut mengklaim Vodka yang diberi merk Atomik tersebut bebas dari radioaktif.

Seluruh bahan baku produski Atomik diambil dari zona eksklusi Chernobyl. Mulai dari penanaman gandum hingga air mineral. Melalui proses distilasi, para ilmuan meyakinkan tidak ada lagi kontaminasi radioaktif nuklir dalam botol vodka Atomik.

“Proses distilasi menghilangkan berbagai impurit yang terkontaminasi dalam gandum. Satu-satunya unsur radioaktif natural yang masih terdeteksi di dalamnya adalah Carbon-14, itu sama saja seperti yang ada pada minuman beralkohol lain nya,” ujar juru bicara Univesity of Portsmouth. (Independent UK)

Vodka Atomik ini menjadi satu-satunya produk konsumsi yang mampu dihasilkan dari zona eksklusi Chernobyl sejak 1986. Hal ini tentunya menjadi kabar baik, mengingat betapa matinya dan terbengkalainya tanah seluas 30 kilometer persegi tersebut dalam 33 tahun terakhir.

Hal ini pun disambut baik Oleg Navit, selaku Wakil Kepala Badan Negara Ukraina untuk Pengelolaan Zona Eksklusi. “Kami menyambut inisiatif untuk memanfaatkan lahan terbengkalai tersebut untuk membantu warga lokal,” ujarnya.

“Ini mungkin bukan sepenuhnya vodka murni, namun memiliki rasa khas karena di produksi dari gandum dan proses distilasi asli Ukraina, Saya suka,” tutup Navit.