Carlsberg Ciptakan Botol Bir Kertas Pertama di Dunia

Kesadaran untuk menjaga lingkungan telah datang dari berbagai pihak. Banyak inovasi telah tercipta guna mendukung kelangsungan dunia yang telah menua ini. Salah satunya datang dari produsen bir termasyhur dunia, Carlsberg. Perusahaan bir yang didirikan sejak tahun 1847 ini menelurkan ide pembuatan botol bir kertas pertama di dunia. Berbahan dasar serat kayu berkelanjutan, mereka sedang membuat dua prototipe yang dinamakan Green Fiber Bottle.

Carlsberg menciptakan dua prototipe dalam merealisasikan ide cemerlang ini. Prototipe pertama menggunakan lapisan tipis plastik polietilen tereftalat (PET). Sedangkan yang kedua menggunakan film polimer polietilen furanoat (PEF) yang menurut Carlsberg terbuat dari bahan ramah lingkungan yang dapat terurai secara alami. Inovasi ini diciptakan unutk mencegah cairan bir rembes.

Terbaru, produsen bir asal Denmark ini masih melakukan tes untuk menyempurnakan prototipe botol bir kertas tersebut. Kelak mereka bercita-cita untuk menciptakan botol bir ramah lingkungan tanpa berbahan polimer. Ide cemerlang ini dilahirkan Carlsberg untuk mengurangi emisi gas karbon di pabriknya pada tahun 2030.

Gagasan ini diumumkan Carlsberg saat C40 World Mayors Summit pada Oktober lalu. Dilansir dari CNBC, Vice President dari Carlsberg Group bernama Myriam Shingleton menyatakan bahwa perusahaannya cukup puas dengan perkembangan prototipe botol bir kertas inovatif ini.

Salah satu tantangan yang dihadapi Carlsberg dalam mewujudkan ide brilian ini adalah bir dengan karbonasi masih ‘dianggap’ menjadi bir terbaik yang ada di dunia saat ini. Ketika disajikan dalam botol kertas, Carlsberg berupaya agar konsumen dapat merasakan pengalaman seperti halnya meminum bir dari botol biasa.

“Meskipun kami belum sepenuhnya disana, kedua prototipe adalah langkah penting untuk mewujudkan ambisi utama kami untuk membawa terobosan ini ke pasar. Perusahaan akan terus bekerja dengan ahli untuk mengatasi masalah teknis yang tersisa,” ujar Shingleton.

Proyek yang telah dikerjakan sejak tahun 2015 ini juga melibatkan perusahaan teknologi ecoXpac dan peneliti di Danish Technical University. Serta dibantu oleh perusahaan yang bergerak dibidang pengemasan, Billerudkorsnäs.

Selain Carlsberg, perusahaan ternama lain seperti Coca-Cola, L’Oréal , dan Absolut juga bergabung dalam perkumpulan yang dinamakan “komunitas botol kertas.”

“Dengan bergabungnya perusahaan besar lain dalam komunitas ini, sangat memungkinkan untuk kami bergerak lebih cepat. Karena kami dapat menyatukan sumber daya dan tenaga ahli yang dibutuhkan. Sehingga kami dapat bergerak lebih cepat daripada apa yang telah kami lakukan di tahun-tahun terakhir,” ujar Shingleton menganggapi bergabungnya tiga perusahaan besar ke komunitas botol kertas.