Perbedaan Pengaruh Alkohol Terhadap Pria dan Wanita

Siapapun yang mengonsumsi minuman beralkohol pastinya akan mendapatkan sebuah efek, apalagi jika tingkat konsumsinya berlebihan. Tapi ternyata ada perbedaan pengaruh alkohol terhadap pria dan wanita.

Menurut situs kesehatan WebMD, orang yang mengonsumsi minuman beralkohol secara teratur, mulai dari kebiasaan kecil sampai besar akan menjadi sangat berbahaya.

Lalu menurut Visually (penyedia konten infografik), wanita yang memiliki pasangan pecandu alkohol, biasanya mengalami siksaan fisik dan seksual, mengalami depresi, serta pada akhirnya berpikir bahwa mereka akan lebih baik jika ikut sering minum minuman keras.

Masih menurut situs tersebut, ada alasan-alasan alkohol memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pria dan wanita. Salah satunya adalah faktor berat badan wanita yang lebih ringan dari pria, sehingga lebih banyak presentasi sel yang terpapar alkohol. Selain itu, wanita juga memiliki enzim yang membantu memroses alkohol lebih sedikit ketimbang pria.

Alkohol juga dapat menyebabkan berbagai masalah pada wanita seperti gangguan pola makan, depresi, dan kecemasan.

Untuk pria, kaum adam ini memiliki lebih banyak air dalam tubuhnya untuk membantu mencairkan substansi alkohol. Tapi, penyalahgunaan alkohol pada pria bisa menimbulkan masalah dalam hubungan personal dan sosial, pekerjaan, serta lebih beresiko untuk pelanggaran hukum.

Salah satu cara untuk menghindarkan pengaruh alkohol bagi pria dan wanita adalah berolahraga. Dalam studi yang dimuat di British Journal of Sport Medicine, aktivitas fisik dan konsumsi alkohol bisa terkait dengan penyakit kronik tetapi dalam arah yang berlawanan. Hidup aktif dengan banyak bergerak disebut cukup efektif menangkal efek negative dari kebiasaan minum alkohol.

Untuk menguji hipotesa tersebut, para peneliti melakukan survey tentang kesehatan dan kebiasaan minum pada 36.000 orang dewasa di Inggris dan Skotlandia dalam rentang waktu antara tahun 1994 sampai 2006.

Beberapa tahun kemudian, hampir 6000 orang dewasa meninggal dan diketahui bahwa minum alkohol berlebihan meningkatkan risiko kematian karena kanker. Meski begitu, pada orang yang masuk dalam kelompok peminum (lebih dari 14 kali sajian per minggu untuk wanita dan lebih dari 21 kali sajian per minggu untuk pria) risiko kankernya menjadi lebih rendah.

Akhirnya, durasi yang dianjurkan untuk peminum alkohol berolahraga adalah 150 menit setiap minggu atau masuk dalam kategori sedang. Menurut profesor kedokteran olahraga Australia yang bernama Emmanuel Stamatakis, selama seseorang tetap aktif secara fisik, konsumsi alkohol sesuai batas masih dirasa aman. Namun begitu, lakukan juga jeda minum alkohol selama seminggu atau lebih secara rutin.