Balada WNI Eks Wuhan : Ingin Pulang ke Tanah Air, Ditolak Transit di Natuna

Virus Corona sedang dalam status bahaya bagi sebagian negara. Ratusan orang telah dilaporkan tewas akibat virus yang lahir di kota Wuhan, Tiongkok ini. Sadar akan bahaya virus yang mematikan, Pemerintah Indonesia berupaya memulangkan sekitar 245 WNI yang terisolasi di Tiongkok. Hari ini, ratusan WNI tersebut telah berhasil dipulangkan. Namun kepulangan mereka di tanah air disambut penolakan oleh saudara satu rumpun di Natuna.

Penolakan Warga Natuna

Instruksi untuk memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terisolasi di Wuhan turun langsung dari Presiden Joko Widodo. Pada Jumat (31/1) lalu, Jokowi memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengirimkan pasukannya guna mengevakuasi Diaspora Indonesia di Wuhan. Kota yang menjadi pusat wabah virus corona.

Berdasarkan data yang ada, 245 WNI tersebar di beberapa kota Tiongkok seperti Xianing, Huangxi, Xiangian, Xian, dan Wuhan. Skenario pemulangan pun telah disiapkan oleh Pemerintah Indonesia. Dilansir dari kompas.com proses pemulangan WNI ini melibatkan pesawat milik TNI dan pesawat komersil sewaan.

Setelah itu, WNI yang dievakuasi akan dipulangkan melalui kota Batam, tepatnya melalui Bandara Hang Nadim. Di bandara tersebut, WNI yang dievakuasi akan diterima dan menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah menjalani pemeriksaan, WNI akan diterbangkan kembali menuju Natuna untuk dikarantina selama 14 hari.

Mendengar kabar ini, Warga Natuna melakukan unjuk rasa untuk menolak kedatangan WNI dari Wuhan, Tiongkok. Pada Sabtu (1/2) kemarin, para warga menyampaikan penolakan karantina WNI di depan Markas Koramil Ranai, Kabupaten Natuna.

Warga Natuna memiliki kekhawatiran tersendiri pada penyebaran virus Corona yang mematikan. Ketakutan ini berdasar pada luas wilayah Natuna yang tergolong kecil. Sehingga jika virus itu menyebar di wilayah mereka, penyebaran ini akan cepat meluas.

Proses Pemulangan WNI dari Wuhan

Unjuk rasa penolakan karantina ini sempat memanas saat warga mencoba menerobos masuk ke Markas TNI di Natuna. Beruntung aparat terkait berhasil menenangkan warga. Tepat hari ini, sekitar 238 WNI dari Wuhan telah berhasil dipulangkan.

Minggu pagi, 3 pesawat yang membawa WNI berhasil mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau. Seperti skenario yang telah dirancang sebelumnya, ketiga pesawat ini langsung terbang kembali ke Natuna. Tepatnya menuju Pangkalan Udara (Lanud) TNI Raden Sadjad Ranai.

Jumlah WNI yang dipulangkan mengalami pengurangan yang sebelumnya 245 orang menjadi 238 orang. Sisa 7 orang batal dievakuasi karena beberapa alasan. 4 orang menyatakan tidak mau pulang karena nyaman di Tiongkok, sedangkan 3 orang lainnya tidak berhasil melalui pemeriksaan kesehatan oleh pemerintah Tiongkok.

Sehingga WNI yang berhasil dipulangkan ke tanah air dipastikan dalam kondisi sehat. Vonis tersebut juga telah melalui standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Meski begitu, WNI serta petugas yang pulang dari Wuhan harus menjalani rangkaian observasi yang dilakukan di Natuna. Observasi ini dilakukan untuk memastikan WNI asal Tiongkok benar-benar terbebas dari virus Corona dan siap dipulangkan ke daerahnya masing-masing.