Untuk penamaan asli yang tertera di labelnya, wiski sering ditulis sebagai whisky ataupun whiskey. Mana di antara keduanya yang benar?

Menurut brand ambassador The Macallan, Randall Tan, keduanya sama-sama benar. Keduanya juga sama-sama minuman beralkohol yang sama. Bedanya hanya dalam penulisannya saja. Yang satu menggunakan ‘e’ dan satunya tidak.

Lalu jika keduanya dinilai sama, lantas apa yang membedakan dari keduanya?

Menurut penjelasan lanjutan dari Randall, perbedaan penyebutan antara whisky dan whiskey ini terjadi karena merunut negara asalnya yang berbeda. Whisky digunakan untuk menyebut wiski yang diproduksi dari negara Skotlandia, Kanada, Australia, Jepang dan Eropa. Sedangkan whiskey adalah wiski yang diproduksi di Irlandia dan Amerika.

“Kalau ada ‘e’ dalam namanya, maka ‘e’ itu harus dibaca,” ujar Randall.

Kenapa ada perbedaan yang terjadi di dalamnya? Alasannya adalah karena adanya terjemahan dari kata di bahasa Skotlandia dan bahasa Gaelic asli Irlandia. Wiski dengan tambahan ‘e’ digunakan untuk menunjukkan wiski yang dibuat di Amerika.

Dikutip dari whiskyforeveryone.com, penambahan huruf ‘e’ dalam whiskey ini dibawa ke Amerika oleh imigran Irlandia. Kata ini digunakan sejak 1700-an, hingga saat ini.

Di sisi lain, mengonsumsi wiski ternyata bisa menyehatkan. Menurut sebuah studi dari Monash University, Australia, meminum wiski dengan dosis stabil (tidak terlalu berlebihan) memberikan asupan vitamin C, yang dibutuhkan untuk tubuh manusia. Selain itu, wiski memiliki antioksidan yang bisa digunakan untuk membantu melawan penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Dr. David J Hanson dalam makalahnya di New York University mengungkapkan, bahwa mereka yang mengonsumsi satu sampai dua gelas wiski setiap hari, dipercaya dapat mengurangi resiko penyakit  stroke dan demensia hingga 50%.

Wiski juga sama sekali tidak mengandung lemak, oleh sebab itu banyak diet rendah lemak yang sehat dengan mengonsumsi wiski. Selain itu, wiski mengandung 0,04% gram karbohidrat dalam bentuk gula yang bisa dengan mudah diubah menjadi energi lalu dengan cepat masuk ke pencernaan tubuh.

Tapi mesti diingat dengan baik-baik, manfaatnya akan berperan maksimal jika tidak terlalu berlebihan dalam meninumnya.