The New Abnormal, Kontemplasi The Strokes Untuk Dunia Yang Sedang Stroke

Mungkin butuh secuil kelam dalam benak demi mendapatkan warna sebenarnya The New Abnormal dari The Strokes. Sedikit nyusruk namun brilian! Setidaknya butuh selisih waktu empat tahun dari EP Future Present Past untuk album ini resmi dirilis, sehingga menjadi penantian panjang bagi hamba-hamba yang mendamba sabda terbaru dari nabi-nabi terkultusnya, Julian Casablancas, Albert Hammond Jr, Nick Valensi, Nikolai Fraiture dan Fabrizio Moretti yang punya mukjizat mencipta instrumen cadas berakar garage rock.

Album ini menawan dengan berbagai warna, rasa dan emosi yang dicampuradukan dalam satu wajan. Ada sedikit goda-goda manis pop-rock, cerah berseri dari indie-rock, semi-euforia dari lengking new-wave pun electronik hingga secercah dentum kelam meruang dari post-punk.

Pujian pantas dialamatkan bagi beberapa track. Beberapa nomor seperti The Adults Are Talking yang sukses menjadi pembuka sekaligus pembentuk sensasi penasaran, Brooklyn Bridge To Chorus dengan sentuhan new-wave-revival setengah-setengahnya dan setelahnya ada Bad Decisions dengan bunyi-bunyian dan gumam  vokal Casabalancas yang mendeklarasikan dirinya masih tercadas, Why Are Sundays So Depressing dengan selintas kenyusrukan post-punk-revival, dan Ode To The Mets yang menjadi penghujung dengan semua nada kemuraman gelapnya.

Jika dibanding-bandingkan posisi The New Abnormal memang tidak dapat disetarakan dengan ponten sempurna Is This It (2001). Tapi setidaknya menu baru yang digodok The Strokes pada dekade moderen ini tidak begitu saja meninggalkan citarasa lamanya. Masih ada kesempurnaan a-la The Strokes yang selalu saja berhasil membuai pendengarnya pada setelan pertama tracknya.