Tak Boleh Sembarangan! Ada Etika Mengunjungi Bar di Inggris

Apa yang ada di benak Anda saat mendengar kata Inggris? Sepakbola? Musik Britpop? Atau Harry Potter? Atau bisa juga hal lain yang Anda ketahui. Tapi jika Anda gemar menghabiskan waktu di sebuah bar untuk minum-minum bersama teman dan suatu hari nanti datang berkunjung ke bar di Inggris, Anda harus terlebih dahulu mengetahui etika mengunjungi bar di Inggris.

Inggris diketahui menjadi negara dengan penduduk yang paling sering mabuk dibandingkan negara-negara lain di dunia. Hal itu berdasarkan hasil Global Drug Survey 2019 yang dirilis pada bulan Mei lalu. Adam Winstock, psikiater sekaligus pendiri Global Drug Survey, juga mendukung hasil tersebut dengan menyatakan orang Inggris terlalu banyak dan terlalu sering mabuk.

10 Negara Dengan Penduduk Paling Sering Mabuk di Dunia Dalam 12 Bulan Terakhir. Ilustrasi Grafik: PA Graphics

“Mabuk adalah tujuan mereka saat menghabiskan waktu di malam hari,” ujar Adam.

Untuk melakukan survey itu, para peneliti berbicara kepada 123.814 orang di lebih dari 36 negara, termasuk Inggris. Para peneliti menemukan orang-orang tersebut rata-rata minum hingga mabuk sebanyak 33 kali dalam 12 bulan.

Fakta tersebut juga diperkuat dengan adanya hooligan (supporter fanatik Inggris) yang gemar mabuk saat menonton pertandingan sepakbola, terlebih jika tim kesayangan mereka meraih kemenangan.

Selain para hooligan, masyarakat di sana pun memang gemar menenggak minuman beralkohol. Sebagian besar di antara mereka mungkin akan menjawab; “going to pub and drinking” ketika ditanya ingin menghabiskan waktu ke mana.

Sekali nongkrong di pub atau bar, mereka bisa menghabiskan antara 2-5 pint bir. Pint adalah gelas bir besar sekitar 568 ml. Segelas pint bir dijual mulai 2 pound sterling atau sekitar 37 ribu rupiah. Sebotol wine asal Italia, atau Australia bisa dibeli kurang dari 10 pound di toko semacam Tesco.

Sementara, untuk minuman kelas berat macam whiskey, rum, atau vodka, Anda cukup merogoh kocek mulai 16 pound untuk botol 1 liter. Ya, harga minuman beralkohol di sana memang relatif murah.

Tapi, ada etika yang mesti diketahui ketika ingin berkunjung ke bar di Inggris. Ketika datang ke sana, jangan heran jika tidak ada layanan meja di bar/pub. Anda harus mencari meja kosong sendiri, kemudian pilih menu yang Anda mau dan langsung menuju ke meja bar untuk memesan.

Jangan takut pesanan Anda tidak akan dihiraukan karena pelayan di sana sangat profesional dan sadar siapa pemesan selanjutnya. Jadi Anda hanya perlu menunggu giliran untuk dilayani.

Ada hal penting yang harus diingat. Jangan pernah sekali-kali melambaikan uang atau berteriak minta perhatian untuk dilayani karena hal itu tidak sopan. Beri saja sinyal kalau telah siap untuk melakukan pembelian atau pembayaran dengan memegang uang di tangan.

Selain itu, semua pembayaran di sana dilakukan secara tunai. Sangat sedikit ada pub yang melayani pembayaran dengan kartu kredit. Jadi harus siapkan uang tunai yang cukup atau berlebih jika Anda ingin menghabiskan waktu yang cukup lama dan banyak melakukan pesanan.

Jika Anda ingin bersosialisasi dan bergaul dengan penduduk asli, lebih baik membelikan minuman untuk semua orang yang ada di lingkup Anda berada sebagai tanda kontak sosial yang tidak diucapkan.

Untuk memulai percakapan, jangan pernah mengulurkan tangan, langsung saja berbicara. Negara Inggris merupakan negara bebas termasuk kebebasan berbicara dan berperilaku tentang apa pun di pub.

Hal lainnya lagi adalah di bar Inggris tidak ada kebiasaan memberi uang tip. Menawarkan tip kepada bartender atau pelayan merupakan hal yang tidak umum mereka lakukan.

Daripada memberi tip uang, lebih baik menawarkan minuman kepada pelayan bar yang sangat membantu pelayanan di sana. Pelayan tersebut pasti akan meminum minuman pemberian Anda tetapi menunggu sampai waktu penutupan bar.

Untuk waktu tutupnya bar sedikit berbeda. Selesai beroparasinya bar ditandai bunyi bel besar yang dilakukan oleh barmaid atau dengan lampu berkedip. Biasanya itu dilakukan pukul 11 malam di hari biasa dan 10.30 malam pada hari Minggu.

Pelayan akan membunyikan bel dua kali. Bel pertama berarti pemesanan terakhir. Sedangkan bel kedua berarti bar ditutup. Apabila sudah bunyi bel 2 kali tapi Anda masih belum menghabiskan minuman atau makanan yang dipesan, maka mereka akan memberi waktu tambahan 20 menit untuk menyelesaikan.

Itulah beberapa etika dan hal-hal lain yang perlu diketahui ketika Anda berkunjung ke bar di Inggris. Semoga ketika Anda berada di sana, akan ada cerita menarik yang didapat sehingga pengalaman tersebut menjadi berkesan. Cheers!