Save Our Stages: Penyelamatan Krusial Bagi Dunia Pertunjukan Musik

Save Our Stages: Penyelamatan Krusial Bagi Dunia Pertunjukan Musik

Hadirnya pandemi secara otomatis mengentikan konser musik yang biasa digelar. Banyak festival atau gigs yang terpaksa dibatalkan untuk mengatasi penyebaran virus corona. Hal ini membuat venue konser kehilangan penghasilannya. Melihat hal ini, sebuah gerakan bernama Save Our Stages digagas untuk menyelamatkan bisnis venue musik yang terdampak. 

Industri hiburan menjadi salah satu sektor yang begitu terpengaruh pandemi Covid-19. Para pegiatnya praktis didera krisis ekonomi yang begitu besar. Untuk melawan krisis tersebut, sebuah kampanye ‘Save Our Stages’ diciptakan untuk menyelamatkan bisnis venue musik yang terancam gulung tikar.

Dilansir dari Live For Live Music, kampanye ‘Save Our Stages’ dibuat oleh National Independent Venue Association (NIVA) yang membawahi lebih dari 2.000 venue musik yang tersebar di hampir 50 negara bagian Amerika Serikat. Berdasakan laporan asosiasi tersebut, 90 persen dari anggotanya terancam gulung tikar karena kesulitan keuangan.

Merespon krisis ini pada minggu lalu, James Murphy dari LCD Soundsytem dan Senator New York, Chuck Schumer beserta perwakilan dari NIVA mengadakan konferensi pers di kawasan Brooklyn, Amerika Serikat. Mereka membicarakan bagaimana pentingnya menjaga venue musik di pub-pub kecil yang terdampak pandemi agar terus bertahan di tengah krisis yang sedang terjadi.

Pada kesempatan tersebut, Chuck Schumer memastikan jika ia akan mendukung kampanye Save Our Stages dan berusaha meralisasikan kucuran dana segar yang dibutuhkan untuk memulihkan bisnis venue musik. Dikabarkan dana sebesar US$ 10 miliar akan dicairkan dalam bentuk hibah ke tempat-tempat independen selama enam bulan ke depan.

“Kita semua tahu jika saat ini Broadway ditutup. Tempat itu adalah magnet besar bagi New York, dan banyak orang yang menggantungkan hidupnya disana. Rata-rata bagi mereka yang kelas menengah,” ujar Schumer dilansir dari Live For Live Music.

Sebagai perwakilan New York, Schumer begitu menyadari betapa hilangnya seni saat ini sangat mempengaruhi kota. Fakta bahwa tempat konser adalah tempat yang pertama ditutup dan juga akan menjadi yang terakhir dibuka menjadi kenyataan yang berat unutuk dijalani. Hilangnya konser musik membuat segala biaya operasional mulai dari ongkos sewa, listrik, hingga gaji pekerja menjadi sulit ditanggung pemilik venue musik.

Kredit foto: Save Our Stages

Vantage Banner Ads