Sejak Covid-19 mewabah di Ibu Kota pada Maret lalu, berbagai tempat hiburan malam terpaksa menghentikan operasionalnya untuk mengurangi penyebaran virus corona. Penutupan ini meninggalkan efek domino di mana para karyawan industri ini kehilangan penghasilannya. Kini setelah hampir lima bulan ditutup, kesabaran pengusaha dan karyawan tempat hiburan malam Ibu Kota mulai sirna. Menurut kabar yang beredar, para pegiat industri hiburan malam akan menggelar demo di Balai Kota untuk menuntut pembukaan tempat hiburan dalam waktu dekat.

Pekerja tempat hiburan malam berencana melakukan unjuk rasa di Balai Kota, Jakarta Pusat pada hari ini. Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani menyatakan, para pekerja yang bakal berunjuk rasa diantaranya karyawan pada usaha diskotek, karaoke, bar, musik hidup, dan griya pijat.

“Besok jam 10.00, akan ada aksi di Balai Kota. Kurang lebih peserta yang terdata sekitar 1.000 lebih orang. Namun kemungkinan akan ada peserta insiatif yang tidak masuk di data. Karena seruan demo ini telah menyebar kemana-mana,” ujar Hana dikutip dari kompas.com

Lebih lanjut, Hana menyatakan bila para pengunjuk rasa akan menuntut pembukaan usaha hiburan dalam waktu dekat. Mereka ingin berdiskusi dan meminta penjelasan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kepastian nasib usaha hiburan malam di tengah pandemi Covid-19.

Hana juga mengungkapkan jika pihaknya telah beberapa kali melakukan diskusi dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta terkait protokol kesehatan hingga sanksi di tempat hiburan. Melalui diskusi tersebut, kedua pihak disebutkan telah menemui kata sepakat. Namun hingga saat ini, izin pembukaan tempat usaha hiburan malam tak kunjung dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta.

“Yang penting kan tinggal bagaimana dari pihak gubernur menerima kita apa tidak, mereka kasih ruang diskusi juga tidak. Percuma ngomong lewat Dinas Pariwisata juga tidak ada perkembangan,” tambah Hana.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah memperpanjang periode pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada masa transisi fase pertama. PSBB transisi diperpanjang selama dua pekan, pada periode 17 Juli 2020 hingga 30 Juli 2020. Kebijakan ini juga berdampak pada sejumlah sektor yang dijadwalkan akan segera beroperasi kembali.

Seperti yang terjadi pada usaha bioskop, semula pihak Pemprov DKI Jakarta telah mengizinkan bioskop untuk kembali dibuka pada 29 Juli 2020. Namun diperpanjangnya PSBB Transisi membuat pembukaan bioskop kembali ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

“Kegiatan yang akan dibuka terpaksa ditunda sampai waktu yang lebih aman. Pembukaan bioskop, tempat indoor lainnya, yang semula direncanakan akhir bulan akan ditundai sampai kondisi menunjukkan tren membaik,” ujar Anies Baswedan dilansir dari kompas.com