Nyatanya Boker Jadi Waktu Terbaik Untuk Berpikir

Ide kreatif muncul tiba-tiba dan tidak selalu di waktu yang tepat. Kerap kali gagasan-gagasan cemerlang justru muncul dalam situasi konyol dan tidak seharusnya, seperti saat berdiam diri di toilet ataupun kala menuntaskan hajat buang air besar. Mengapa bisa terjadi?

Beberapa orang berpendapat bahwa saat buang air besar jadi waktu yang tepat untuknya berfikir dan mencetuskan ide. Toilet dikatakan sebagai kotak imajinasi yang membuahkan pikiran-pikiran di luar ranah kreatifitas setelah keluarnya. Hal tersebut terdengar seperti lelucon memang, namun faktanya kondisi toilet dan buang air besar sungguh punya kemampuan merangsang daya berfikir otak manusia.

Sebagai makhluk yang punya segudang masalah, manusia butuh momen untuk sejenak menjeda diri. Menjelaskan untaian di atas, suasana toilet yang nyaman, punya privasi lebih, sedikit suara masuk dan gemercik air keran punya efek ajaib dalam memenangkan sejenak pikiran yang sebelumnya carut. Relaksasi akan kian didapatkan terlebih dengan pancuran air segar dari shower sembari membasuh diri.

Sedangkan yang penjelasan lebih medis ada pada saat menunaikan hajat buang air besar. Disaat buang air besar otak manusia masuk ke tahap relaksasi. Pada tahapan membuang kotoran, otak akan menerima serangkaian gelombang alpha (8 – 13,9Hz) yang sama dengan kondisi seseorang ketika sedang melamun, berkhayal ataupun bermeditasi. Keadaan ini lantas berdampak pada meningkatnya hormon endorfin dan serotonin dalam tubuh yang lalu membawa pikiran ke alam bawah sadar. Fase ini sangat memungkinkan munculnya ide-ide kreatif dan wacana-wacana inventif. Babak terbaik bagi otak yang akan lebih sensitif memutar kembali memori-memori yang sebelumnya diterima mata dan telinga.