Menelusuri Jejak Pasien Pertama Corona

Menelusuri Jejak Pasien Pertama Corona

Penyebaran yang begitu masif dari pandemi corona bak pistol yang mengacung di belakang kepala tiap masyarakat dunia. Wabahnya menerpa tanpa pandang bulu ke seluruh penjuru semesta. Virus mematikan yang hingga pekan terakhir Maret telah memakan 30 ribu lebih korban jiwa. Sementara penelusuran dilakukan pada Pasien 0 atau pasien pertamanya. Bagaimana hasilnya?

Berbagai spekulasi bermunculan terkait siapa sebenarnya pasien pertama virus corona. Ada yang bercerita bahwa ini adalah ulah tentara Amerika yang datang ke China pada bulan Oktober 2019 silam, hingga yang paling masuk akal berupa kesaksian pedagang Udang bernama Wei Guixian yang diduga sebagai orang pertama terjangkit virus corona.

Mengutip berita beberapa sumber seperti Wall Street Journal, New York Post hingga koran lokal China, The Paper, Wei Guixian adalah seorang pedagang udang berusia 57 tahun di Pasar Seafood Huanan, Wuhan. Wei menuturkan gejala corona telah ia rasakan sejak Desember 2019 lalu.

Pada 10 Desember, Wei merasakan gejala demam dan memutuskan menutup dagangannya lalu memeriksakan kondisi badannya ke klinik terdekat. Ia menyebutkan dirinya biasa terkena flu tiap tahunnya, namun kelelahannya kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Keesokan harinya Wei kembali ke klinik karena kondisinya tak kunjung membaik, di mana suntikan diberikan kepada dirinya, namun karena tidak kunjung sembuh, dia akhirnya berangkat ke Rumah Sakit No 11 Wuhan. Di rumah sakit, dokter yang menangani dirinya tidak mampu menjelaskan apa penyakit yang ia derita.

Usai dirinya merasa kondisi dia kian memburuk, Wei memutuskan beralih ke rumah sakit lain di Rumah Sakit Pesatuan kota Wuhan. Dari rumah sakit itu akhirnya dia memperoleh vonis bahwa penyakit yang dideritanya merupakan penyakit “kejam”, di mana si dokter pun menceritakan hampir mayoritas pedagang di Pasar Seafood Huanan menderita gejala yang sama.

Hingga akhirnya pada malam pengunjung tahun di 31 Desember 2019, Wei dan 27 orang lainnya harus dikarantina berdasarkan anjuran Komisi Kesehatan Wuhan. Wei dan pasien lainnya tercatat sebagai pasien positif COVID 19. Setelah menghabiskan beberapa pekan masa karantina, akhirnya Wei dinyatakan sembuh pada pertengahan Januari.

Melalui wawancara Wei menduga dirinya merupakan pasien pertama COVID 19. Namun keterangannya belum dapat secara pasti dibenarkan. Menurutnya pula kemungkinan dirinya tertular melalui toilet yang kerap kali digunakan bersama para pedagang di pasar tersebut. Wei juga menuturkan andai saja keputusan lebih cepat dibuat oleh pemerintah China, mungkin penyebaran wabahnya tidak secepat sekarang.

Keterangan Wei yang penuh bukti agaknya sedikit menutup spekulasi miring tentang virus corona yang merupakan senjata biologis Amerika terhadap China, seperti berita-berita miring sebelumnya. Sementara itu teror virus tetap menerjang berbagai negara-negara dunia dan telah menelan puluhan ribu korban jiwa.

Share this article :
Vantage Banner Ads