Memasuki bulan Juni, beberapa kompetisi Liga di Eropa akan kembali di lanjutkan. Salah satunya adalah La Liga Spanyol yang akan bergulir beberapa hari lagi. Berjalan di tengah pandemi membuat pertandingan tak bisa dihadiri penonton, seperti yang telah terjadi di Bundesliga Jerman. Meski begitu otoritas La Liga memiliki cara untuk membuat pertandingan untuk tetap terlihat semarak. Yaitu dengan menghadirkan penonton di stadion secara virtual.

Menjelang bergulirnya La Liga Spanyol pada 12 Juni mendatang, otoritas Liga telah mengumumkan bahwa ada beberapa perubahan yang akan diterapkan untuk merespon situasi pandemi Covid-19. Menyisakan 11 pekan, La Liga akan menjanjikan pengalaman menonton yang berbeda untuk para penggemar. 

“Kami akan tetap mengupayakan pertandingan akan tetap terlihat dengan tampilan yang atraktif dan menyajikan pengalaman yang belum pernah dialami sebelumnya oleh para penggemar La Liga,” bunyi pernyataan La Liga dikutip dari Reuters.

Guna mendukung upaya ini, tribun penonton akan divirtualisasi yang akan diisi foto-foto penggemar yang menggunakan jersey tim tuan rumah. Untuk mewujudkan inovasi ini pihak La Liga bekerja sama dengan perusahaan teknologi asal Norwegia bernama VIZRT. Sedangkan untuk suara sorakan penonton akan diproduksi oleh pembuat video game FIFA, yakni EA Sports. Proyek ini disebut dengan “Sounds of the Stands”.

“Pada saat pertandingan berhenti, potongan gambar dari penggemar akan berubah menjadi warna yang identik dengan identitas tuan rumah dan akan membawa pesan-pesan ataupun iklan komersial,”

“Melalui proyek ini, sponsor resmi kami EA Sports akan menghadirkan suara penonton yang telah di rekam di stadion sungguhan, kumpulan suara tadi sebelumnya telah digunakan secara digital dalam video gamedan dapat diaplikasikan saat pertandingan sungguhan yang nanti akan digelar kembali. Contohnya saat situasi mencetak gol atau terjadinya pertandingan, yang biasa disebut dengan Suara Atmosfer,” ujar La Liga.

Selain virtualisasi penonton dan tribun, pihak La Liga juga akan menyajikan pengalaman berbeda dengan penempatan baru posisi kamera. Beberapa kamera akan dipindahkan ke posisi yang strategis di stadion. Dengan perubahan ini, pihak La Liga ingin menampilkan gambar dengan sudut yang lebih menarik untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para penggemar.

“Kami bekerja sama dengan mitra global untuk menyajikan pengalaman menonton yang terbaik. Meski berada di situasi yang tidak terduga, kami merasa perlu untuk beradaptasi dan menawarkan siaran yang menarik untuk penggemar kami,” tutup pernyataan La Liga.

Sebelum dihentikan, persaingan menuju gelar La Liga musim ini masih di perebutkan dua musuh bebuyutan Barcelona dan Real Madrid. Lionel Messi dan kolega masih unggul di puncak klasemen dengan jarak dua poin dengan Los Blancos di posisi kedua.

Kredit foto: goal.com