Melihat Kemeriahan Pool Party di Wuhan yang Telah Bebas dari Corona

Melihat Kemeriahan Pool Party di Wuhan yang Telah Bebas dari Corona

Hingga detik ini, pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti. Yang ada, virus tersebut terus menyebar dan menjangkiti banyak orang di berbagai belahan dunia. Meski begitu ada beberapa negara yang telah berhasil menangani virus corona, salah satunya China. Negara yang pertama kali terjangkit Covid-19 ini dikabarkan telah menjalani kehidupan yang normal. Bahkan kota Wuhan sebagai episentrumnya sudah menggelar pesta besar-besaran yang meriah dengan konsep Pool Party.

China benar-benar siap untuk menjalani kehidupan normalnya. Negara pertama yang melaporkan kasus Covid-19 ini telah berhasil menekan pertumbuhan kasus positif. Kota Wuhan sebagai episentrum penyebaran virus corona juga telah kembali membuka diri setelah terasing berbulan-bulan lamanya.

Dilansir dari ABC News, Wuhan dikabarkan baru saja menggelar pesta besar-besaran pada akhir pekan kemarin. Bertempat di Taman Air Pantai Wuhan, banyak orang berkumpul untuk menghadiri sebuah festival. Acara tersebut pun menjadi viral dan tersebar luas di dunia maya. 

Tentu menjadi jelas, pemandangan yang terjadi di Wuhan itu bukan pemandangan umum yang biasa dilihat di tahun 2020. Banyak orang berjejalan tanpa memakai masker dan tak menjaga jarak. Semua orang menikmati pesta seperti layaknya tak ada pandemi yang mewabah. Media setempat mengabarkan jika, sekitar 3.000 orang memadati festival kolam renang itu.

Warga setempat juga membagikan kesannya setelah menghadiri festival kolam renang tersebut. Kebanyakan dari mereka merasa senang setelah Wuhan berhasil keluar dari krisis virus corona.

“Wuhan menunjukkan hasil yang luar biasa setelah memerangi Covid-19,” ujar seorang pengguna media sosial lokal, Weibo.

Merintis Jalan Untuk Kembali Normal

Bila melihat ke belakang, Wuhan sempat menjadi kota mati setelah menerapkan kebijakan isolasi penuh pada 23 Januari lalu. Saat itu, Covid-19 sudah menewaskan 17 orang dan menginfeksi lebih dari 400 orang. Isolasi di bulan Januari itu dilakukan setelah China mengonfirmasi bahwa penularan virus corona dari manusia ke manusia telah terjadi. 

Isolasi tersebut juga membuat Wuhan menjadi kota yang terasing di China selama berbulan-bulan lantaran ribuan orang harus menjalani tes dan dikarantina. Acara yang melibatkan keramaian pun harus dibatalkan untuk menghindari kerumunan.

Setelah menjalani isolasi, perlahan Wuhan mampu menekan penyebaran virus corona. Di bulan Maret lalu, kebijakan isolasi di kota tersebut dilonggarkan. Salah satu buktinya, satu anggota keluarga dari setiap rumah tangga diizinkan meninggalkan komplek tempat tinggal mereka paling lama dua jam. Pusat perbelanjaan dan mal mulai dibuka dan transportasi publik beroperasi kembali. 

Terhitung sejak April lalu, kota tersebut telah mencabut kebijakan isolasi yang diterapkan setelah lebih dari dua bulan. Keputusan in diambil setelah tidak ditemukannya kasus penularan secara domestik di Wuhan atau Provinsi Hubei sejak bulan Mei.

Puncaknya kini, Wuhan juga mengizinkan acara yang melibatkan keramaian untuk diadakan kembali. Bioskop diperbolehkan untuk dibuka, lalu taman, perpustakaan, dan tempat lainnya juga dibuka dengan menampung setengah kapasitas.

Tentu berbagai pelonggaran ini menjadi ironi ketika di belahan dunia sedang berjibaku untuk melawan virus corona. Sebanyak 21 juta kasus positif Covid-19 telah menginfeksi warga dunia. Meski begitu, gambaran dari Wuhan bisa menjadi motivasi jika virus yang satu ini bisa dilawan jika ditangani dengan tepat dengan seksama.

Share this article :
Vantage Banner Ads