Anda Pengguna Zoom? Baca Dulu ini

Anda Pengguna Zoom? Baca Dulu ini

Di tengah gencarnya himbauan social distancing dan semakin maraknya penerapan sistem work-from-home guna meredam pandemi COVID 19, tatap muka virtual adalah hal yang penting dilakukan demi menghindari miskomunikasi pada ranah pekerjaan maupun hubungan personal. Untuk itu aplikasi-aplikasi video conference ramai diunduh khalayak, salah satu yang kian jadi rekomendasi dan sedang mendapat koreksi akan performanya adalah aplikasi bernama Zoom.

Popularitas aplikasi Zoom yang menjadi rekomendasi beberapa pakar IT kian meroket, terbukti dengan capaian angka 200 juta pengguna perhari menurut data bulan Maret lalu. Zoom dipilih karena memiliki stabilitas yang baik dan memiliki fitur yang dapat menghemat konsumsi data penggunanya. Selain itu Zoom juga mendukung berbagai perangkat mulai dari Apple, Windows hingga Android. Namun belakangan aplikasi ini menuai kontroversi semenjak muncul laporan dari Washington Post yang menyebutkan ada 15.000 rekaman percakapan pengguna Zoom yang bocor dan telah beredar luas di internet.

Aplikasi yang bermarkas di San Jose California tersebut terbukti memiliki kelemahan dalam fitur privasi keamanan dan data pribadi penggunanya. Kebocoran rekaman meeting penggunanya tersebut terjadi dikarenakan Zoom menamai setiap rekaman dengan kode identik dan tersimpan tanpa pengamanan kata kunci di sistemnya. Hal tersebut yang memungkinkan siapa pun dapat menemukan rekaman meeting lewat pencarian.

Kondisi kian parah dengan banyaknya serangan hacker yang berhasil menerobos masuk ke percakapan dan video conference pengguna Zoom. Di tengah berlangsungnya video conference, komplotan hacker yang berhasil meretas masuk ini lalu menyebarkan beragam konten porno hingga berita ujaran kebencian.

Pihak Zoom sendiri tidak menampik kabar buruk yang mendera aplikasinya. Hal tersebut pun diakui sang CEO, Eric Yuan yang berpendapat pihaknya kurang fokus pada keamanan pengguna. Zoom sendiri berkomitmen untuk menangguhkan fitur-fitur bermasalahnya dalam kurun waktu 90 hari ke depan demi memastikan privasi dan kemanan penggunanya.

Share this article :
Vantage Banner Ads